Kompas.com - 20/03/2019, 19:23 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Kehidupan Putri Margaret, adik Ratu Elizabeth II, menyimpan berbagai kisah yang berbanding terbalik dengan sang kakak.

Elizabeth selalu dipandang sebagai sosok yang lebih tenang dan konservatif yang suatu hari nanti akan menjadi ratu.

Di sisi lain, Putri Margaret membuat publik terpesona karena tidak takut akan perubahan dan bersedia untuk keluar batasan.

Baca juga: Cara Putri Diana Terapkan Pola Asuh Ala Kerajaan

Saat Elizabeth resmi naik takhta kerajaan Inggris ketika berusia 25 tahun, kehidupan Putri Margaret tak lepas dari sorotan.

Dia selalu bersenang-senang. Sang putri juga dikenal kerap ke bioskop dan klub malam, terkadang dia juga tidak pulang ke istana sampai dini hari.

Kemudian pada hari berikutnya, dia memulai sarapan dengan terlambat sebelum melanjutkan tugas kerajaan.

Setelah menikah dengan seorang Antony Armstrong-Jones 1960, dia menikmati hari-hari bergaul dengan aktor Peter Sellers dan The Beatles.

Melansir dari Biography, tidak seperti kakak dan ibunya, Putri Margaret tidak keberatan menunjukkan ekspresi kebosanan saat memenuhi tugas kerajaan.

Bahkan suatu ketika menghadiri acara untuk menghormatinya, sang pembawa acara bertanya apakah dia akan mulai berdansa. Jawaban sang putri sungguh mengejutkan.

"Ya, tapi tidak dengan Anda," katanya.

Margaret juga terkenal sebagai perokok berat seperti ayahnya, dia kerap tertangkap kamera sedang merokok.

Pada saat itu, perempuan kelas atas sepertinya tidak seharusnya merokok di depan umum.

Selain berbagai sikapnya yang liar, pilihan busananya telah memengaruhi jutaan perempuan. Suatu hari, kamar hotelnya bahkan dirusak oleh penggemar yang menginginkan informasi tentang cat kuku yang dia sukai.

Pada usia 50-an tahun, Margaret mulai sering menderita masalah kesehatan. Pada 1985, bagian paru-parunya diangkat kemudian pada 1998, dia terserang stroke.

Baca juga: Gelar Baby Shower, Meghan Markle Langgar Aturan Kerajaan Inggris?

Tahun berikutnya, dia menghabiskan beberapa minggu di rumah sakit setelah terkena siraman air panas di kamar mandi sehingga kakinya terluka.

Putri Margaret meninggal di usia 71 tahun pada 9 Februari 2002, hanya 7 pekan sebelum kematian ibunya pada 30 Maret 2002.

Kisah kehidupan Putri Margaret dapat dibaca melalui tautan di sini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.