Kompas.com - 20/03/2019, 14:29 WIB
Brenton Tarrant, teroris penembakan masjid Selandia Baru membentuk gestur OK yang merupakan lambang supremasi kulit putih dengan jarinya ketika masuk untuk menjalani sidang perdana Sabtu (16/3/2019). AFP via Daily MirrorBrenton Tarrant, teroris penembakan masjid Selandia Baru membentuk gestur OK yang merupakan lambang supremasi kulit putih dengan jarinya ketika masuk untuk menjalani sidang perdana Sabtu (16/3/2019).
|

WELLINGTON, KOMPAS.com - Teroris pelaku penembakan masjid di Christchurch jika dinyatakan bersalah akan ditempatkan di sel isolasi seumur hidupnya.

Pengisolasian itu dilakukan untuk menjauhkan kemungkinan dia diserang oleh sesama narapidana.

"Dia akan sangat tidak populer di dalam penjara di mana 80 persen narapidana adalah etnis Maori dan Pasifika (warga kepulauan di Pasifik), sementara dia berideologi supremasi kulit putih," kata Greg Newbold, guru besar kriminologi di Universitas Canterbury, Rabu (20/3/2019).

Baca juga: Penyerang Dua Masjid Selandia Baru Ditangkap Polisi saat Menuju Lokasi Ketiga

"Dia tidak memiliki teman, bahkan sesama narapidana berkulit putih," tambah Newbold, yang pernah mendekam di penjara karena kasus narkoba sebelum mengubah hidupnya.

Selandia Baru sudah lama menghapuskan hukuman mati dan pelaku penembakan Brenton Tarrant (28), kemungkinan besar akan dijatuhi hukuman penjara terberat yang pernah ada di negeri itu.

Jika terbukti bersalah, dia bisa dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kesempatan bebas bersyarat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hukuman semacam ini, menurut pengacara Simon Cullen, belum pernah dijatuhkan di Selandia Baru.

Sementara itu, Newbold mengatakan, besar kemungkinan Tarrant akan menghabiskan sisa hidupnya di sel terpisah dan setidaknya di lima tahun pertama menghuni sel isolasi.

"Jika dia terbukti bersalah, dia akan dipisahkan dalam waktu lama. Dia akan menjalani sebagian besar masa hukumannya di sel tersendiri," ujar Newbold.

Newbold mengatakan, saat di menjalani hukuman penjara pada 1979, seorang narapidana kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang anak kecil tewas dibunuh di dalam penjara.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.