Saat Soekarno Marah di Gedung Putih dan Membuat Kagum Kongres AS...

Kompas.com - 20/03/2019, 14:14 WIB
Presiden RI Soekarno menggunting pita pembukaan Hotel Indonesia (5/8/1962). Dok.Hotel IndonesiaPresiden RI Soekarno menggunting pita pembukaan Hotel Indonesia (5/8/1962).

KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, dalam debat ketiga Pemilihan Presiden 2019 sempat mengutip kisah Presiden pertama RI Soekarno saat bertemu Menteri Pertahanan Amerika Serikat.

Sandiaga mengungkapkan keberanian Soekarno ketika menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan AS seputar kebudayaan.

"Tahun 1961 Bung Karno bertemu dengan Menteri Pertahanan AS. Beliau (Soekarno) menyatakan, 'Tuan memiliki bom atom, tapi kami memiliki seni budaya yang tinggi'," kata Sandiaga pada Minggu (17/3/2019) malam.

Sepanjang penulusuan Kompas.com, sulit untuk menemukan bukti sejarah mengenai pernyataan Sandiaga soal ucapan Bung Karno.

Baca juga: CEK FAKTA: Sandiaga Ungkap Kisah Bung Karno Bertemu Menhan AS

Terlepas dari hal itu, tentu menarik untuk menelusuri kisah saat Soekarno berkunjung ke Amerika Serikat, saat mendapat undangan dari Presiden Dwight Eisenhower.

Para petinggi AS menilai, Soekarno memiliki peran sangat besar terhadap Indonesia dan kawasan sekitarnya. Mengundang Soekarno merupakan cara AS untuk memengaruhinya.

Perjudian AS

Pada konflik Perang Dingin dengan Uni Soviet, Amerika Serikat menilai membutuhkan kubu yang bisa memperkuat posisinya. Berbagai negara sudah menetapkan posisinya untuk netral, termasuk Indonesia.

Dilansir dari buku Indonesia Melawan Amerika: Konflik Perang Dingin 1953-1963 (2008), karya Baskara T Wardaya situasi politik di Indonesia pada 1955 membuat AS pening. Sebab, Indonesia berada pada dua kubu yang terdiri dari Sukarno, PNI dan PKI di satu sisi, serta Muhamad Hatta, Masyumi, dan Angkatan Darat di sisi lain.

Indonesia dinilai cenderung kepada Uni Soviet. Ini menjadi pertimbangan tersendiri bagi AS untuk bisa memengaruhi pemikiran Soekarno.

Wakil Presiden AS Richard Nixon sempat beradu argumen dengan Menteri Luar Negeri AS John Foster Dulles terkait sistem perpolitikan Indonesia.

Akhirnya, mereka sepakat untuk mengundang Soekarno ke AS dengan berbagai pertimbangan. Menlu Dulles bertolak ke Jakarta dan memberikan undangan secara resmi kepada Soekarno. Undangan ini disambut Bung Karno dengan antusias.

Baca juga: Monumen Soekarno di Aljazair Akan Diresmikan Juni 2019

Soekarno marah

Presiden EisenhowerBusiness Insider Presiden Eisenhower

Pada Rabu 16 Mei 1956, Soekarno bersama dengan rombongannya sampai di Washington DC. Soekarno menggunakan pesawat pribadi Presiden Eisenhower, "The Columbine", dalam perjalanannya ke AS.

Antusiasme warga AS sangat terlihat. Pimpinan Indonesia itu mendapat sambutan meriah di berbagai tempat di Amerika Serikat yang dikunjungi.

Sayangnya, Soekarno merasa tak diperlakukan dengan baik ketika di White House atau Gedung Putih. Sistem protokol yang semestinya mempertemukan dengan Eisenhower pada pukul 10.00, mundur setengah jam.

Kemarahan memuncak, Soekarno pun mengancam akan meninggalkan Gedung Putih. Namun, kondisi melunak ketika petugas protokoler Gedung Putih minta maaf. Eisenhower akhirnya keluar dan bertemu langsung dengan Soekarno.

Dalam buku Sukarno: An Autobiography (1966) yang ditulis Cindy Adams, Eisernhower ketika menemui Soekarno di Gedung Putih berupaya meminta maaf atas keterlambatan jadwal pertemuan.

Saat bertemu Eisenhower, Soekarno berusaha menjelaskan psikologi sosial pasca-perang bangsa-bangsa di Asia kepada Eisenhower, terutama melawan penjajah Eropa. Namun, Eisenhower lebih tertarik berbicara tentang film daripada politik luar negeri AS.

Momen inilah yang menjadikan Soekarno dan Eisenhower tak memiliki hubungan baik.

Soekarno memesona

Saat itu, kunjungan Soekarno di AS tak hanya untuk pertemuan dengan Eisenhower saja. Dia juga diberikan kesempatan untuk berpidato di Kongres AS pada 17 Mei 1956.

Selama 45 menit, Soekarno berkisah tentang revolusi AS yang melawan jerat kolonialisme Inggris, dan menularkan semangat perjuangan negara lain.

New York Times ketika itu menyoroti "Bahasa Inggris (Soekarno) yang jernih dan penuh semangat".

Soekarno juga menyampaikan terima kasihnya atas bantuan AS kepada Indonesia selama ini. Dia juga menyebut Konferesi Asia-Afrika sebagai pertanda penolakan bangsa-bansa Asia-Afrika terhadap kolonialisme.

"Di dunia ini sebenarnya tak ada kelompok orang yang lebih malas mendengarkan pidato daripada Kongres Amerika. Namun setelah orang itu (Bung Karno) selesai pidato, secara spontan mereka berdiri dan bertepuk tangan karena merasa kagum akan pidatonya," ucap Asisten Menlu AS Walter Robertson.

Tepuk tangan mengakhiri pidato Soekarno di Kongres AS. Setelah itu, Pemerintah AS mempunyai harapan agar Indonesia condong ke negara Abang Sam (AS) itu ketimbang pengaruh komunisme yang dibawa Uni Soviet.

"Hanya George Washington saja yang pidatonya kepada Kongres lebih bagus daripada Soekarno," ujar Robertson.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X