Terus Digempur, ISIS Kini Tersudut di Tepi Sungai Eufrat

Kompas.com - 19/03/2019, 20:37 WIB
Asap tebal menguar dari benteng terakhir ISIS di desa Baghouz pada 18 Maret 2019. ISIS dilaporkan terdesak di tepi Sungai Eufrat setelah digempur Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang ditopang koalisi AS. AFP/DELIL SOULEIMANAsap tebal menguar dari benteng terakhir ISIS di desa Baghouz pada 18 Maret 2019. ISIS dilaporkan terdesak di tepi Sungai Eufrat setelah digempur Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang ditopang koalisi AS.

BAGHOUZ, KOMPAS.com - Gempuran demi gempuran terus dilakukan terhadap kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) di kantong pertahanan terakhir mereka.

Gempuran itu datang dari Pasukan Demokratik Suriah ( SDF) yang disokong oleh serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS).

Baca juga: ISIS Sebut Trump Tak Lebih dari Seorang Pencuri dan Pengecut

Serbuan dari SDF membuat ISIS terdesak dan meninggalkan permukiman sementara yang sudah mereka diami dalam beberapa hari terakhir di Baghouz.

Kini seperti diwartakan AFP Selasa (19/3/2019), mereka sudah tersudutkan di pinggir Sungai Eufrat. Meski begitu, SDF masih urung menyatakan kemenangan.

Sebabnya anggota ISIS yang masih menguasai kawasan kecil tidak menunjukkan niat menyerah. Bahkan, ada pemimpin mereka yang masih menyerukan serangan.

Beberapa hari yang lalu dilaporkan anggota terakhir ISIS berjejalan di permukiman sementara, tumpukan kendaraan hancur, maupun tenda darurat.

Ribuan orang yang terdiri dari warga sipil, anggota ISIS beserta keluarganya, dalam beberapa hari terakhir kabur dari Baghouz, dan menyerah kepada SDF.

Pada Selasa, SDF kembali melancarkan serangan dan bergerak untuk menduduki permukiman sementara itu, memaksa ISIS menyingkir hingga tepi sungai.

Juru bicara SDF Mustafa Bali menyatakan pertempuran masih berlanjut karena ISIS yang hanya menguasai kawasan kecil terus melawan.

"Ini bukanlah pernyataan kemenangan. Namun perkembangan signifikan dalam perang melawan Daesh," kata Bali merujuk kepada akronim Arab ISIS.

Dengan ditopang serangan udara koalisi AS, pengepungan SDF membuat ratusan anggota ISIS meletakkan senjata dalam beberapa hari terakhir.

SDF menerangkan mereka menahan sejumlah anggota ISIS yang terluka maupun sakit di permukiman kelompok tersebut di Baghouz.

Jika Baghouz sepenuhnya direbut, maka momen itu bakal menandai kekuasaan ISIS sejak mendeklarasikan diri pada pertengahan 2014 silam.

Sekitar 70.000 orang melarikan diri dari Baghouz dan ditampung di kamp pengungsi al-Hawl yang dikelola SDF sejak pertempuran terakhir itu berlangsung pada awal Januari lalu.

Baca juga: Seorang Pria Italia Tewas dalam Pertempuran Melawan ISIS



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X