Kompas.com - 19/03/2019, 14:39 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Sosok seorang pria berjuluk Jack the Ripper meneror kota London, Inggris, pada 1888.

Dia membunuh setidaknya lima perempuan dan memutilasi tubuh korban. Dari situ, muncul dugaan si pembunuh memliki pengetahuan tentang anatomi manusia.

Jack the Ripper tidak pernah ditangkap, atau bahkan diidentifikasi. Dia tetap menjadi salah satu dari penjahat di dunia yang paling terkenal.

Baca juga: Ratu Kecantikan Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Suaminya yang Tajir

Pembunuhan brutal dan misteri di balik identitas serta motifnya menginspirasi banyak novel, film, dan teori selama 130 tahun terakhir.

Laporan NBC News, Selasa (19/3/2019), menyebutkan investigasi forensik melalui DNA kemungkinan mengungkap identitas pembunuhan berantai tersebut.

Jari Louhelainen dari Liverpool John Moores University dan David Miller dari University of Leeds dalam Journal of Forensic Science menyatakan, kuat dugaan bahwa Aaron Kosminski merupakan Jack the Ripper.

Sketsa kontemporer Aaron Kosminski, tersangka Jack the Ripper. (Evans Skinner Archive/AFP/Getty Images) Sketsa kontemporer Aaron Kosminski, tersangka Jack the Ripper. (Evans Skinner Archive/AFP/Getty Images)
Komsinski berusia 23 tahun kala itu dan berprofesi sebagai tukang cukur. Sebelumnya, dia juga dicurigai sebagai tersangka

Kominski memang dinyatakan hilang setelah berbagai peristiwa pembunuhan itu.

Namun, tudingan yang mengarah kepadanya masih menimbulkan perdebatan dan tidak pernah terkonfirmasi.

"Noda sperma cocok dengan salah satu tersangka utama kepolisian, Aaron Kosminski," demikian bunyi penelitian dalam jurnal itu.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber NBC News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.