Bocah Perempuan Diperkosa Lalu Dibunuh Kakak dan Pamannya Sendiri

Kompas.com - 19/03/2019, 14:06 WIB
Ilustrasi korban pemerkosaan KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHOIlustrasi korban pemerkosaan
|

NEW DELHI, KOMPAS.com — Kepolisian India mengatakan telah berhasil memecahkan kasus pemerkosaan dan pemenggalan anak perempuan berusia 12 tahun dari kasta Dalit.

Dalam kasus yang terjadi di Negara Bagian Madhya Pradesh itu polisi telah menahan tiga saudara, paman, dan bibi korban.

Para tersangka kini sudah berstatus tahanan dan satu orang lagi melarikan diri. Polisi mengatakan, satu tersangka berusia di bawah umur.

Baca juga: Balita dan Anak Perempuan Diperkosa di India

Anak perempuan yang duduk di kelas VI SD itu dilaporkan hilang pada 13 Maret. Sehari kemudian, jenazah anak itu dengan kepala terpenggal ditemukan di sawah desa Berkhedi, distrik Sagar.

Polisi awalnya menjanjikan hadiah uang 10.000 rupee (Rp 2 juta) yang kemudian dinaikkan menjadi 25.000 rupee (Rp 5 juta) bagi siapa saja yang memberikan informasi soal tersangka pembunuhan.

Kepala kepolisian Sagar, Amit Sanghi, mengatakan, keempat pria itu terlibat dalam pemerkosaan anak perempuan tersebut.

Sementara sang bibi mengancam keponakannya itu agar tidak melapor polisi. Para tersangka kemudian mencekik hingga tewas anak itu, memenggal dia, dan membuang jenazahnya.

Bibi korban sebenarnya mengetahui soal peristiwa tersebut, tetapi mengelabui polisi dengan menuduh tetangganya yang melakukan kejahatan itu.

Polisi kemudian menanyai tetangga yang namanya disebut oleh bibi korban dan polisi menyimpulkan sang tetangga tak bersalah.

Tak lama kemudian, polisi mendapatkan informasi bahwa kakak laki-laki korban, berusia kurang lebih 20 tahun, kemungkinan terlibat dalam kejahatan itu.

Sanghi mengatakan, karena polisi tak bisa menemukan kakak korban, mereka menanyai adiknya yang berusia 19 tahun. Saat ditanyai itulah, dia mengakui perbuatannya.

"Tampaknya sang kakak sudah pernah memerkosa korban. Hari itu semua orang pergi bekerja kecuali sang kakak. Dia mengambil kesempatan dan memerkosa korban," kata Sanghi.

Baca juga: Kasus Perkosaan di India Semakin Sadis

Sanghi melanjutkan, saat itulah dua saudara laki-laki lain korban datang dan mereka memerkosa korban bersama-sama.

"Sementara sang paman, yang berusia akhir 40-an, juga datang. Awalnya, memarahi mereka, tetapi kemudian dia ikut memerkosa," ujar Sanghi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X