Rusia Kirim Jet Pembom Tu-22M3 dan Sistem Rudal Iskander ke Crimea

Kompas.com - 19/03/2019, 12:06 WIB
Pesawat pembom Rusia, Tupolev Tu-22M3. AFP / HOST PHOTO AGENCY RIA NOVOSTIPesawat pembom Rusia, Tupolev Tu-22M3.

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia telah mengerahkan pesawat pembom strategis dan sistem rudalnya ke Crimea sebagai tanggapan terhadap risiko ancaman yang datang dari wilayah Eropa.

Rusia telah mengerahkan satu skuadron pembom jarak jauh Tupolev Tu-22M3 dan sistem rudal Iskander miliknya ke Crimea, sebagai bentuk tanggapan atas penempatan sistem peluncur rudal pertahanan MK-41 oleh AS di Rumania.

"Pemasangan sistem peluncur rudal pertahanan MK-41 AS di Rumania menjadi tantangan serius untuk Rusia," kata Viktor Bondarev, ketua Komite Keamanan dan Pertahanan Dewan Federasi Rusia, dikutip Russian Times.

"Tetapi respon yang tepat telah dirumuskan, dengan Kementerian Pertahanan Rusia memutuskan mengerahkan skuadron pembom rudal jarak jauh Tu-22M3 di Crimea dari pangkalan udara di kota Gvardeysk."

Baca juga: Pesawat Pembom Rusia Jatuh di Kutub Utara, Tiga Awak Tewas

" Sistem rudal canggih Rusia, termasuk S-300, S-400, Buk-M2, Pantsir-S1, dan dua modifikasi Iskander berkemampuan nuklir, juga telah ditempatkan di semenanjung itu," lanjut Bondarev.

Sistem peluncur rudal Iskander buatan Rusia.SHUTTERSTOCK Sistem peluncur rudal Iskander buatan Rusia.
Bondarev, yang pernah menjadi komandan Angkatan Udara Rusia pada 2012-2015, menambahkan, pesawat pembom Tu-22M3 yang ditempatkan di Crimea bakal diperbarui dan dilengkapi persenjataan baru dalam beberapa tahun mendatang.

"Nantinya pembom strategis Tu-22M3 di Crimea itu akan mampu mengirim hulu ledak ke titik mana pun di Eropa dan mengenai segala jenis fasilitas anti-rudal musuh atau pertahanan udara," kata Bondarev.

AS telah mulai mengerahkan elemen anti-rudal Rumania pada 2016 dan memulai pembangunan situs lain di Polandia pada tahun yang sama, dengan Washington mengklaim langkah tersebut diperlukan untuk melawan rudal balistik yang dikembangkan Iran dan Korea Utara.

Baca juga: Tambah Sistem Rudal S-400 di Crimea, Rusia Bikin Ukraina Meradang

Tetapi Rusia telah mengecam langkah itu sebagai ancaman besar bagi keamanan nasionalnya, dengan Moskwa bersikeras, sistem peluncur misil MK-41 di Rumania akan dapat digunakan untuk menembakkan rudal jelajah Tomahawk jarak menengah, yang dilarang di bawah Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF).

Pada Februari lalu, AS telah resmi mengumumkan keluar dari kesepakatan INF dan memulai jangka waktu enam bulan sebelum sepenuhnya mundur dari kesepakatan.

Rusia, setelahnya tidak memiliki pilihan selain juga menangguhkan partisipasinya dari perjanjian bilateral era Perang Dingin itu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X