Kompas.com - 19/03/2019, 08:29 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Brasil Jair Bolsonaro telah menandatangani perjanjian untuk membuka pangkalan bagi peluncuran satelit AS di wilayah negaranya.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam kunjungan resmi luar negeri pertama Bolsonaro, seorang presiden sayap kanan, sejak terpilih, menandakan hubungan Brasil yang semakin hangat dengan Washington.

Bolsonaro yang konservatif, dianggap banyak memiliki kesamaan dengan Presiden Donald Trump, yang akan ditemuinya di Gedung Putih, Selasa (19/3/2019).

"Kita harus bersyukur atas perubahan ideologi baru-baru ini di Brasil. Kami ingin memiliki Brasil yang hebat, seperti Trump ingin membuat Amerika kembali hebat," kata Bolsonaro, Senin (18/3/2019).

Baca juga: Brasil Setuju Tampung Berton-ton Bantuan Kemanusiaan untuk Venezuela

Bolsonaro menandatangani perjanjian tersebut dengan perusahaan AS, tentang pengamanan teknis untuk memungkinkan dilakukannya peluncuran satelis komersial dari pangkalan Alcantara di negara bagian Maranhao, Brasil utara.

Alcantara dinilai sebagai lokasi yang ideal karena terletak dekat dengan garis khatulistiwa dan akan mengurangi penggunaan bahan bakar hingga 30 persen.

Brasil berharap dapat ambil bagian dari pasar peluncuran bernilai miliaran dollar tersebut, yang bersaing dengan pusat ruang angkasa Kourou di Guyana Perancis.

Namun kesepakatan itu masih memerlukan persetujuan dari Kongres Brasil, yang telah memblokir perjanjian serupa oleh mantan presiden Fernando Henrique Cardoso.

Kongres beralasan, Brasil dapat kehilangan kedaulatannya oleh AS jika membiarkan peluncuran satelit tersebut dilakukan di wilayah Brasil.

Menteri Sains dan Teknologi Brasil, Marcos Pontes, yang juga astronot pertama negara itu, menganalogikan status Alcantara dengan sebuah hotel.

"Bayangkan jika Anda membawa sebuah teknologi ke kamar Anda. Anda memiliki kuncinya, namun saya sebagai pemilik hotel, dapat masuk jika perlu," ujarnya.

Mantan presiden sayap kiri Luis Inacio Lula da Silva sempat menandatangani kesepakatan dengan Ukraina untuk peluncuran dari pangkalan itu, namun kesepakatan itu kemudian diakhiri dan Brasil dapat mengutip perkembangan ekonomi dan juga teknologi.

Bolsonaro, yang memiliki kepentingan bisnis dan pertanian mengatakan mengharapkan investasi AS di luar pangkalan luar angkasa.

Baca juga: Pemerintah Brasil Deklarasikan Perang Melawan Kejahatan Terorganisir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.