Intelijen Turki Ikut Selidiki Motif Penembakan di Trem Utrecht

Kompas.com - 19/03/2019, 06:09 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat menghadiri pertemuan KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, Sabtu (1/12/2018). AFP / ALEJANDRO PAGNIPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat menghadiri pertemuan KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, Sabtu (1/12/2018).

ANKARA, KOMPAS.com - Badan intelijen Turki tengah bekerja untuk mengetahui motif pelaku serangan bersenjata di sebuah trem di kota Utrecht, Belanda.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Senin (18/3/2019), badan intelijen negaranya kini sedang menyelidiki motif pelaku penembakan tersebut apakah serangan terorisme atau karena perselisihan keluarga.

Pernyataan tersebut dibuat Erdogan menyusul kabar penangkapan tersangka yang bernama Gokmen Tanis, pria kelahiran Turki dan berusia 37 tahun.

"Badan intelijen kami sedang menyelidiki semua ini. Kepala intelijen kami telah mengatakan kepada saya akan mengumpulkan semua detail dan melaporkannya kepada saya," ujar Erdogan kepada Ulke TV.


Baca juga: Penembakan di Trem Utrecht, Polisi Buru Pria Turki Berusia 37 Tahun

"Sejumlah pihak mengatakan bahwa serangan itu karena pertikaian keluarga, yang lain mengatakan itu adalah aksi terorisme," lanjut Erdogan, dikutip AFP.

Media Turki melaporkan, Gokmen Tanis yang menjadi tersangkan utama dalam serangan yang menewaskan tiga orang di sebuah trem di Utrecht, lahir di Yozgat, Turki tengah.

Kantor berita Anadolu mengutip pernyataan dari "kerabat" tersangka dan mengatakan bahwa insiden penembakan kemungkinan dilandasi "perselisihan keluarga".

Ayah tersangka, Mehmet Tanis, mengatakan putranya harus dihukum jika terbukti sebagai pelaku penembakan.

"Jika dia melakukannya, dia harus dihukum," kata kantor berita DHA, mengutip pernyataan ayah tersangka.

Mehmet menambahkan, dirinya telah kehilangan kontak dengan putranya itu sejak kembali ke Turki pada 2008, usai bercerai dengan istrinya. Sementara mantan istrinya tetap tinggal di Belanda bersama putranya, Gokmen.

"Dia tidak memiliki sikap agresif, tetapi itu 11 tahun lalu. Apa yang telah terjadi dan yang dia alami? Saya sendiri tidak mengetahuinya," kata Mehmet.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X