Kompas.com - 18/03/2019, 22:38 WIB
Ilustrasi hukuman mati. ShutterstockIlustrasi hukuman mati.

BAGHDAD, KOMPAS.com - Pengadilan Irak dilaporkan menjatuhkan hukuman mati kepada seorang anggota asing Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Bilal al-Marchohi, anggota ISIS asal Belgia mendapat hukuman gantung karena terbukti melakukan operasi atas kepentingan kelompok itu.

Baca juga: Ribuan Orang Disebut Masih Ada di Benteng Terakhir ISIS, SDF Bingung

Selama persidangan di Pengadilan Kriminal Pusat Irak, hakim membacakan beberapa poin pengakuan Marchohi dan menunjukkan video maupun foto keterlibatannya di ISIS.

Dilansir Reuters Senin (18/3/2019), foto di ponselnya yang disita menunjukan Marchohi membawa senjata dan melakukan gestur yang menunjukkan dia anggota ISIS.

Sejumlah foto juga menunjukkan dia menggendong anaknya yang masih bayi. Awalnya, pria berusia 23 tahun menyangkal keterlibatannya dengan ISIS.

Dia berulang kali menyanggah segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya di pengadilan terbuka. Dia bahkan berkata tidak bisa diadili di Irak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seharusnya saya diadili di Belgia karena saya adalah warga negara di sana," ujar Marchohi saat itu sebelum akhirnya melontarkan pengakuan.

Jaksa Penuntut Jumaa Saidi mengatakan, foto Marchohi membawa senjata dan membuat gestur adalah bukti tak terbantahkan dia merupakan anggota ISIS.

Seorang perwakilan konsulat Belgia dilaporkan hadir dalam sidang tersebut, dengan Kementerian Luar Negeri menyatakan masih menunggu perkembangannya.

Marchohi merupakan warga negara Belgia kedua yang dijatuhi hukuman gantung di Irak karena bergabung dengan ISIS setelah Tarek Jadaoun.

Jadaoun, dikenal juga dengan nama Abu Hamza al-Beljiki, merupakan seorang pentolan senior ISIS yang dihukum mati pada Mei 2018.

Sebagai anggota senior, Jadaoun terlibat dalam berbagai kegiatan propaganda ISIS berisi seruan untuk menyerang berbagai tempat di Eropa.

Saat ini, Irak dilaporkan menggelar persidangan atas ratusan terduga anggota ISIS setelah mereka ditangkap di benteng terakhir mereka.

Aktivis HAM menuduh Irak maupun kekuatan regional lainnya tidak konsisten dalam proses peradilan dan menjatuhkan hukuman yang tidak adil.

Baca juga: Irak Bongkar Kuburan Massal Pertama Etnis Yazidi Korban ISIS



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.