Aksi Teror di Masjid Christchurch, Ini Pesan Menyentuh PM Selandia Baru bagi Para Korban

Kompas.com - 18/03/2019, 18:15 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. AFP / MARTY MELVILLE / OFFICE OF PRIME MINITER NEW ZEALANDPerdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.

WELLINGTON, KOMPAS.com - Sebuah pesan menyentuh ditorehkan oleh Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern kepada korban tewas aksi teror penembakan di masjid Christchurh.

Ardern menuliskan pesan itu dalam buku ucapan belasungkawa di Wellington, sebagaimana dilaporkan New Zealand Herald Senin (18/3/2019).

"Kami, seluruh warga Selandia Baru, berduka bersama kalian. Kita adalah satu. Kalian adalah bagian dari kami. Tatau Tatau," demikian tulisan Ardern di buku itu.

Baca juga: Aksi Teror di Masjid Selandia Baru, Pemilik Senapan Semi-otomatis Serahkan Senjata secara Sukarela

Ardern menyatakan, saat ini dia mempertimbangkan peluang untuk mendeportasi teroris yang menyerang Masjid Al Noor dan Linwood Jumat (15/3/2019).

Brenton Tarrant, teroris yang melakukan penembakan itu, adalah warga negara Australia yang berdomisili di Dunedin sebelum tragedi itu terjadi.

Dalam konferensi pers, awak media sempat menanyakan kepada PM berusia 38 tahun tersebut apakah ada peluang untuk melakukan deportasi terhadap Tarrant.

Ardern menjawab masih terlalu dini untuk kemungkinan deportasi. Dia menyatakan Tarrant dikenai dakwaan melakukan serangan teror.

Inilah pesan menyentuh yang diberikan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bagi korban tewas penembakan di masjid Christchurch pada Jumat (15/3/2019).Getty Images via NZ Herald Inilah pesan menyentuh yang diberikan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bagi korban tewas penembakan di masjid Christchurch pada Jumat (15/3/2019).

Dia mengharapkan dakwaan lain ketika Tarrant hadir di Pengadilan Tinggi pada 5 April mendatang. "Namun bisa saya sampaikan, saya menerima berbagai pendapat," tegasnya.

PM perempuan termuda dunia itu menegaskan, dia tidak menolerir adanya aksi "kekerasan ekstrem" yang dilakukan di Selandia Baru.

Juru bicara Ardern mengatakan sang PM masih menimbang apakah bakal mendeportasi teroris berusia 28 tahun itu sebelum vonis dijatuhkan.

Tarrant yang dulunya personal trainer tersebut tidak membutuhkan visa untuk memasuki Selandia Baru karena dia berstatus warga Australia.

Ardern tidak menjelaskan berapa lama Tarrant tinggal di Negeri "Kiwi" itu. Namun dia berujar si teroris sering berkunjung secara "sporadis".

Sebelumnya, Tarrant yang mengenakan pakaian militer dan membawa senapan serbu serta shotgun menyerang jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat.

Aksi pria yang mengaku dirinya adalah rasis itu menewaskan 50 orang, dan melukai 50 jemaah yang lain.

Baca juga: Polisi Selandia Baru Selidiki Hoaks Bom di Dekat Bandara Dunedin

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demonstrasi Kenaikan Harga BBM di Iran, 106 Orang Tewas

Demonstrasi Kenaikan Harga BBM di Iran, 106 Orang Tewas

Internasional
Disebut Tak Tertandingi di Timur Tengah, Apa Saja Rudal yang Dipunyai Iran?

Disebut Tak Tertandingi di Timur Tengah, Apa Saja Rudal yang Dipunyai Iran?

Internasional
Studi Pentagon: Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah

Studi Pentagon: Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 600 Demonstran Hong Kong Menyerah | Mia Khalifa Kisahkan Pengalaman

[POPULER INTERNASIONAL] 600 Demonstran Hong Kong Menyerah | Mia Khalifa Kisahkan Pengalaman

Internasional
Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Internasional
Menyeberang Sambil Pakai 'Headphone' dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Menyeberang Sambil Pakai "Headphone" dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Internasional
Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Internasional
Mantan Model Playboy Ini Berniat 'Nyalon' Jadi Presiden Kroasia

Mantan Model Playboy Ini Berniat "Nyalon" Jadi Presiden Kroasia

Internasional
Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Internasional
Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Internasional
Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Internasional
Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Internasional
Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Internasional
Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Internasional
Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X