Sejak 2014, China Klaim Tangkap Hampir 13.000 "Teroris" di Xinjiang

Kompas.com - 18/03/2019, 15:35 WIB
Warga Suku Uighur berkumpul usai menjalankan shalat di Masjid Id Kah di Kashgar, Xinjiang, China bagian barat, 19 April 2015. Pihak berwenang China telah membatasi ekspresi agama di Xinjiang, yang telah memicu perlawanan. AFP PHOTO / GREG BAKERWarga Suku Uighur berkumpul usai menjalankan shalat di Masjid Id Kah di Kashgar, Xinjiang, China bagian barat, 19 April 2015. Pihak berwenang China telah membatasi ekspresi agama di Xinjiang, yang telah memicu perlawanan.

BEIJING, K0MPAS.com - Pemerintah China mengklaim telah menangkap 13.000 orang yang disebut sebagai " teroris" di wilayah otonomi Xinjiang sejak 2014.

Diwartakan kantor berita AFP, Senin (17/3/2019), pernyataan itu dilontarkan untuk menanggapi tindakan keras atas penangkapan kontroversial terhadap minoritas.

China mendapat kecaman internasional atas kebijakannya di kawasan tersebut, di mana menurut data kelompok HAM ada sebanyak 1 juta warga muslim Uighur dan minoritas lainnya ditahan di kamp pengasingan.

Baca juga: Warga Uighur Minta Bukti Hidup Keluarga Mereka yang Ditahan Pemerintah China

"Pemerintah tidak kenal lelah dalam melakukan kekerasan, sesuai dengan hukum, pada setiap tindakan yang menggiring pada terorisme dan ekstremisme," demikian pernyataan Dewan Negara.

Dokumen Dewan Negara China juga menyebutkan, Xinjiang telah lama menjadi bagian dari wilayah China, namun terdapat teroris dan ekstremis yang memicu kegiatan separatis.

"Sejak 2014, (otoritas) Xinjiang telah menghancurkan 1.588 geng kekerasan dan teroris, menangkap 12.955 teroris, menyita 2.052 alat peledak," tulis pernyataan Dewan Negara.

Selain itu, pihak berwenang juga telah menghukum sekitar 30.645 orang karena menggelar kegiatan keagamaan ilegal, dan menyita 345.229 salinan buku agama yang ilegal.

"Pekerjaan kontra-terorisme dan perjuangan deradikalisasi di Xinjiang selalu dilakukan sesuai dengan aturan hukum," tambahnya.

Pernyataan Dewan Negara China mendapat reaksi kecaman oleh kelompok hak asasi Uighur.

Juru Bicara Kongres Uighur Dunia Dilxat Raxit menyarakan, kebijakan itu lebih ke arah politik untuk menekan masyarakat Uighur.

"Itu cara mendapatkan dukungan lokal untuk kebijakan ekstremnya dan untuk menutupi pelanggaran hak asasi manusia," ujarnya.

Xinjiang merupakan wilayah yang perbatasannya terbagi dengan beberapa negara termasuk Pakistan dan Afghanistan.

Baca juga: Usai Dikritik soal Muslim Uighur, China Minta Warganya di Turki Waspada

Daerah tersebut telah lama didera kerusuhan disertai kekerasan. Pemerintah China mengklaim, gerakan tersebut diatur oleh "teroris" yang terorganisir untuk mencari kemerdekaan.

China membantah keberadaan kamp-kamp untuk menahan muslim Uighur dengan menyebutnya sebagau "pusat pendidikan kejuruan", yang mirip dengan sekolah asrama.

Dalam beberapa bulan terakhir, otoritas mencoba untuk memperbaiki citra dengan membawa para jurnalis dan diplomat mengunjungi kawasan dan pusat-pusat itu.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X