Keluarga Teroris Penembak Masjid Selandia Baru "Hancur" dan "Remuk"

Kompas.com - 18/03/2019, 15:34 WIB
Brenton Tarrant ketika dihadirkan di pengadilan Sabtu (16/3/2019). Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan kepada jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019). Wajahnya diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapat persidangan yang adil. POOL New via Sky NewsBrenton Tarrant ketika dihadirkan di pengadilan Sabtu (16/3/2019). Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan kepada jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019). Wajahnya diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapat persidangan yang adil.

GRAFTON, KOMPAS.com — Keluarga Brenton Tarrant, teroris penembak masjid di Christchurch, Selandia Baru, sangat syok ketika melihat tayangan perbuatan pria itu.

Tarrant yang merupakan seorang pendukung supremasi kulit putih menyerang Masjid Al Noor dan Linwood ketika jemaah tengah melaksanakan shalat Jumat (15/3/2019).

Baca juga: Teroris Penembak Masjid Terancam Hukuman Terberat di Selandia Baru

Aksinya itu menewaskan 50 orang dan melukai 50 jemaah lain. Dalam persidangan keesokan harinya, dia dikenai dakwaan melakukan aksi teror.

Kepada media Australia Nine News dikutip Sky News Minggu (17/3/2019), paman Tarrant Terry Fitzgerald meminta maaf kepada seluruh korban.

"Apa yang dilakukannya sangat tidak dibenarkan," ucap Terry. Sementara nenek Tarrant, Marie Fitzgerald, berkata keluarganya begitu "hancur" dan "remuk".

Berbicara dari kampung halaman mereka di Grafton, Marie berujar mereka tidak bisa berpikir apa pun, terlebih ketika media memberitakan Tarrant sudah merencanakannya sejak lama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan manifesto setebal 78 halaman yang dia unggah sebelum menyerang, Tarrant mengungkapkan dia merencanakan aksi di Christchurch selama tiga bulan terakhir.

"Beban ini sangat berat karena kami tidak berpikir salah satu anggota keluarga kami bakal melakukan hal demikian," ujar nenek 81 tahun itu.

Marie mengatakan, Tarrant sempat berkelana ke sejumlah negara di Asia maupun Eropa selepas ayahnya meninggal karena kanker pada 2010.

Namun, setelah pulang ke Grafton, teroris berumur 28 tahun itu sudah berubah. "Dia bukan lagi seperti Brenton yang kami kenal," ungkapnya.

Selama bersekolah, Marie menjelaskan Tarrant lebih suka menghabiskan waktu bermain komputer daripada mencoba berkumpul dengan lawan jenis.

Penyelidik meyakini selain merencanakan aksi di Christchurch, mantan personal trainer tersebut sudah berniat melakukan penembakan sejak dua tahun lalu.

Marie melanjutkan, Tarrant kembali pulang selepas berkelana ke seluruh dunia satu tahun lalu tatkala adiknya berulang tahun.

Kini sejak insiden penembakan di Christchurch terjadi, keluarga Tarrant dilaporkan berada dalam perlindungan kepolisian.

Baca juga: Suami Korban Teroris Selandia Baru Maafkan Pembunuh Istrinya



Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.