Retorika Trump Dituduh Pengaruhi Teror Selandia Baru, Ini Komentar Gedung Putih

Kompas.com - 18/03/2019, 12:13 WIB
Preasiden AS Donald Trump ambil bagian dalam upacara di Pemakaman Tentara AS di Suresnes, tak jauh dari Paris, Peracis, Minggu (11/11/2018) untuk memperingati 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I. AFP/SAUL LOEBPreasiden AS Donald Trump ambil bagian dalam upacara di Pemakaman Tentara AS di Suresnes, tak jauh dari Paris, Peracis, Minggu (11/11/2018) untuk memperingati 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menerima kecamana karena dianggap diam saat kebangkitan supremasi kulit putih setelah penembakan massal di Selandia Baru.

Retorika Trump bahkan dikaitkan dengan penembakan yang menewaskan 50 orang di dua masjid di "Negeri Kiwi" itu.

Menurut Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney, tudingan semacam itu sangat tidak masuk akal.

Baca juga: Trump dan Ratu Inggris Ucapkan Belasungkawa atas Tragedi di Selandia Baru

"Presiden bukanlah seorang supremasi kulit putih," katanya dalam acara Fox News Sunday, seperti dikutip dari CNN, Minggu (17/3/2019).

Dia tidak mengerti kenapa Trump selalu dihubung-hubungkan dengan insiden yang terjadi di luar negeri atau bahkan juga di dalam negeri.

Mulvaney juga menyangkal gagasan bahwa retorika dan kebijakan anti-imigran Trump ada hubungannya dengan serangan Selandia Baru.

"Mari kita lihat apa yang terjadi di Selandia Baru kemarin dan mencari tahu mengapa hal-hal itu menjadi lebih umum di dunia. Apakah itu Donald Trump? Sama sekali tidak," katanya.

Ditanya soal kemungkinan pria berusia 72 tahun itu akan menyampaikan pidato besar untuk mengecam fanatisme anti-muslim dan supremasi kulit putih, Mulvaney menyebut presiden telah melakukannya di Twitter.

"Saya pikir Anda melihatnya kemarin di kicauan. Saya tidak yakin apa lagi yang Anda ingin presiden lakukan," ujarnya.

Secara terpisah, muslim perempuan pertama yang terpilih di Kongres, Rashida Tlaib dari Partai Demokrat, menuduh presiden gagal untuk berbicara secara tegas melawan supremasi kulit putih.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNN,AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X