Saat Keluarga Korban Jatuhnya Ethiopian Airlines Tangisi Peti Kosong...

Kompas.com - 18/03/2019, 11:40 WIB
Keluarga korban kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines menangisi peti mati kosong selama pemakaman massal di Katedral Holy Trinity di Addis Ababa, Etiopia, Minggu (17/3/2019). (AFP/SAMUEL HABTAB) Keluarga korban kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines menangisi peti mati kosong selama pemakaman massal di Katedral Holy Trinity di Addis Ababa, Etiopia, Minggu (17/3/2019). (AFP/SAMUEL HABTAB)

ADDIS ABABA, KOMPAS.com - Pada Minggu (17/3/2019), rekan dan kerabat korban tewas jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines di Etiopia berkumpul.

Sepekan setelah peristiwa nahas yang menewaskan 157 orang itu, ada belasan peti yang pada hari itu dibawa ke Holy Trinity Cathedral di Addia Ababa untuk menerima penghormatan terakhir.

Diwartakan kantor berita AFP, peti mati terbungkus bendera Etiopia dibawa ke katedral dengan iring-iringan mobil jenazah berwarna hitam.

Ratusan pelayat berkumpul, mereka terisak-isak dan memegang foto orang yang mereka sayangi.

Baca juga: Jerman Menolak Analisis Kotak Hitam Ethiopian Airlines, Ini Alasannya

Imam melantunkan doa dan menyebutkan nama-nama dari 9 penumpang dan 7 awak pesawat, termasuk kapten pilot Yared Getachew.

Sementara itu, penghormatan secara terpisah digelar di situs pemakaman muslim untuk co-pilot Ahmed Nur Mohammod Nur.

"Apa saya tidak bisa lupakan, dia meninggalkan anaknya yang berusia 8 bulan dan tidak kembali," kata Meselech Petros, kakak dari korban penumpang Ethiopian Airlines.

Laporan New York Times menyebutkan, para pelayat itu tidak menguburkan jenazah korban.

Banyak keluarga yang tidak lagi berharap mendapat sisa-sisa jenazah orang terkasih.

CEO Ethiopian Airlines Tewolde Gebremariam mendatangi lokasi salah satu pesawatnya jatuh pada Minggu (10/3/2019), di sekitar kota Bishoftu. Sebanyak 149 penumpang dan 8 kru tewas dalam kecelakaan itu. (Twitter/Ethiopian Airlines) CEO Ethiopian Airlines Tewolde Gebremariam mendatangi lokasi salah satu pesawatnya jatuh pada Minggu (10/3/2019), di sekitar kota Bishoftu. Sebanyak 149 penumpang dan 8 kru tewas dalam kecelakaan itu. (Twitter/Ethiopian Airlines)
Sebab, para korban tewas dalam ledakan besar yang dipenuhi api ketika pesawat meluncur ke tanah beberapa menit setelah lepas landas.

Sebagai pengganti jenazah, petugas meletakkan tanah dari lokasi kecelakaan pesawat.

"Apa yang mambuat kami sedih, kami tidak bisa menemukan sisa jenazah mereka," kata seorang pelayat, Teshime Legesse.

Keluarga korban telah mengunjungi lokasi kecelakaan untuk melihat secara langsung puing-puing pesawat.

Penumpang dan kru pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh berasal lebih dari 35 negara dan terdapat 22 staf yang berafiliasi dengan PBB.

Page:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X