Polisi Australia Geledah 2 Rumah Terkait Pelaku Teror di Selandia Baru

Kompas.com - 18/03/2019, 07:56 WIB
Brenton Tarrant ketika dihadirkan di pengadilan Sabtu (16/3/2019). Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan kepada jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019). Wajahnya diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapat persidangan yang adil. POOL New via Sky NewsBrenton Tarrant ketika dihadirkan di pengadilan Sabtu (16/3/2019). Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan kepada jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019). Wajahnya diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapat persidangan yang adil.

CANBERRA, KOMPAS.com - Kepolisian anti-terorisme Australia dilaporkan melakukan penggeledahan terhadap dua rumah yang diduga terkait dengan pelaku teror di Selandia Baru.

Penggeledahan dilakukan pada Senin (18/3/2019) pagi terhadap dua rumah yang masing-masing berada di kota Sandy Beach Beach dan Lawrence, New South Wales.

Kedua kota tersebut berada dekat dengan kota Grafton, tempat tersangka pelaku teror, Brenton Tarrant, sempat tinggal semasa kecil.

"Tujuan utama dari penggeledahan ini adalah untuk secara resmi mendapatkan materi yang dapat membantu polisi Selandia Baru dalam penyelidikan yang sedang berlangsung," kata polisi dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP.

Baca juga: Teroris Penembak Masjid Selandia Baru adalah Warga Australia

Polisi menyampaikan, pihak keluarga tersangka dapat bekerja sama membantu polisi dalam penyelidikan.

Selain itu pihak berwajib menyebut tidak ada informasi yang menyarankan akan adanya ancaman untuk saat ini maupun yang akan datang kepada masyarakat.

Tersangka pelaku teror, yang mengaku sebagai seorang supremasi kulit putih, sempat menghabiskan masa mudanya di Grafton.

Pelaku juga dikabarkan telah melakukan perjalanan ke berbagai negara selama sepuluh tahun terakhir dan sempat tinggal beberapa tahun terakhir di Dunedin, Selandia Baru.

Tersangka telah ditahan dan dihadirkan di pengadilan, di mana dia didakwa telah melakukan pembunuhan.

Teror penembakan yang terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3/2019) telah menewaskan hingga 50 orang dan melukai 50 lainnya.

Menteri Dalam Negeri Australia, Peter Dutton menyampaikan, tersangka hanya menghabiskan waktu selama 45 hari di Australia dalam tiga tahun terakhir dan dia tidak berada dalam daftar pengawasan ancaman teror.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Internasional
Menyeberang Sambil Pakai 'Headphone' dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Menyeberang Sambil Pakai "Headphone" dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Internasional
Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Internasional
Mantan Model Playboy Ini Berniat 'Nyalon' Jadi Presiden Kroasia

Mantan Model Playboy Ini Berniat "Nyalon" Jadi Presiden Kroasia

Internasional
Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Internasional
Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Internasional
Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Internasional
Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Internasional
Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Internasional
Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Internasional
Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Internasional
Kaitkan Kebakaran Hutan dengan Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis, Bintang Rugbi Australia Ini Dikecam

Kaitkan Kebakaran Hutan dengan Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis, Bintang Rugbi Australia Ini Dikecam

Internasional
AS Kini Tak Pandang Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal

AS Kini Tak Pandang Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kapal Induk China Berlayar ke Selat Taiwan | Media Inggris Soroti Plastik di Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Kapal Induk China Berlayar ke Selat Taiwan | Media Inggris Soroti Plastik di Indonesia

Internasional
Dikurung di Penjara Manusia, Beruang Ini 'Dibebaskan' Setelah 15 Tahun

Dikurung di Penjara Manusia, Beruang Ini "Dibebaskan" Setelah 15 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X