Unggah Postingan Dukung Aksi Teror di Selandia Baru, Pria Inggris Ditahan

Kompas.com - 17/03/2019, 12:33 WIB
Ilustrasi tersangka ditahan.SHUTTERSTOCK Ilustrasi tersangka ditahan.

GREATER MANCHESTER, KOMPAS.com - Seorang pria telah ditahan kepolisian Greater Manchester setelah diduga mengunggah postingan yang mendukung aksi teror di Selandia Baru.

Pria tersebut, yang hanya diungkapkan berusia 24 tahun asal Oldham, diduga membuat postingan yang mereferensi dan mendukung aksi penembakan massal yang terjadi di dua masjid di kota Christchurch, pada Jumat (15/3/2019).

Penangkapan dilakukan petugas polisi Greater Manchester pada Sabtu (16/3/2019) sekitar pukul 13.40 waktu setempat.

Pria tersebut ditahan dengan tuduhan telah mengirimkan komunikasi jahat. Demikian dilansir The Sun.

"Ini adalah masa-masa sulit bagi banyak orang. Peristiwa di Selandia Baru telah terdengar hingga seluruh dunia dan banyak orang terkejut dan khawatir."

"Pada saat-saat seperti inilah, sebagai sebuah komunitas, kita berdiri bersama," ujar juru bicara kepolisian, dikutip The Sun.

Baca juga: Galang Dana dan Sumbang Makanan Halal, Bentuk Solidaritas Warga Selandia Baru Pascateror

"Saat hukum mengizinkan dan orang-orang melampaui batas, kami akan mengambil tindakan tegas, yang mungkin termasuk penangkapan dan penuntutan," tambah pernyataan tersebut.

Sebanyak 50 orang dilaporkan tewas dalam insiden penembakan massal yang dilakukan seorang teroris di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3/2019).

Pelaku melepaskan tembakan ke arah para jemaah yang hendak menjalankan shalat Jumat di Masjid Al Noor dan Linwood yang terpisah jarak sekitar lima kilometer.

Tak lama setelah insiden penembakan di dua masjid, polisi menahan empat orang terkait serangan, namun baru satu orang yang dipastikan sebagai tersangka.

Brenton Tarrant, tersangka pelaku penembakan kelahiran Australia, telah dihadirkan dalam sidang pada Sabtu (16/3/2019) pagi, dan didakwa dengan pembunuhan.

Dia kini ditahan di Pengadilan Distrik Christchurch sampai sidang berikutnya yang dijadwalkan pada 5 April.

Sementara seorang lainnya yang ditahan pada Jumat lalu akan dihadirkan di pengadilan pada Senin pekan depan dengan tuduhan "terlibat" dalam aksi serangan.

Dua tersangka lain, yang ditangkap polisi karena ditemukan senjata api di mobil mereka, tidak terlibat langsung dalam aksi teror yang dilakukan Tarrant.

Seorang wanita di antaranya telah dibebaskan, sedangkan seorang pria tetap ditahan atas tuduhan kepemilikan senjata api.

Baca juga: Korban Tewas Serangan Teror di Masjid Selandia Baru Jadi 50 Orang



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X