Galang Dana dan Sumbang Makanan Halal, Bentuk Solidaritas Warga Selandia Baru Pascateror

Kompas.com - 17/03/2019, 11:34 WIB
Warga Selandia Baru meletakkan bunga di sekitar masjid yang menjadi sasaran serangan teroris pada Jumat (15/3/2019). Setidaknya 49 orang tewas dan puluhan yang lain terluka akibat serangan ini. Terlihat salah satu pesan warga yang menyatakan bahwa seranga ini bukanlah wajah sesungguhnya dari Selandia Baru. AFP/TESSA BURROWS Warga Selandia Baru meletakkan bunga di sekitar masjid yang menjadi sasaran serangan teroris pada Jumat (15/3/2019). Setidaknya 49 orang tewas dan puluhan yang lain terluka akibat serangan ini. Terlihat salah satu pesan warga yang menyatakan bahwa seranga ini bukanlah wajah sesungguhnya dari Selandia Baru.

WELLINGTON, KOMPAS.com - Warga Selandia Baru beramai-ramai menunjukkan solidaritasnya terhadap komunitas Muslim pascaserangan teror di dua masjid yang menewaskan hingga 50 orang.

Beragam aksi solidaritas mulai dari penggalangan dana, menyumbang makanan halal, sampai menawarkan untuk menemani umat Muslim setempat yang merasa takut keluar rumah.

Di pinggiran kota Christchurch, dekat dengan lokasi insiden penembakan, Yoti Iaonnou bersama istrinya mengajak kepada penduduk setempat untuk ikut menyumbangkan makanan halal.

Gagasan mereka adalah untuk menyediakan makanan bagi puluhan kerabat korban yang menunggu di rumah sakit kota, menanti kabar tentang anggota keluarga mereka yang sedang berjuang untuk hidup.

Dan respon yang diberikan warga sekitar sangat positif dengan orang-orang yang mengantre untuk memberikan makanan mereka sepanjang Sabtu (16/3/2019).

Baca juga: Masih Pakai Baju Pengantin, Pasangan Ini Beri Penghormatan bagi Korban Aksi Teror Masjid Selandia Baru

"Kami sangat ingin dan senang dapat membantu. Kami akan berusaha untuk menjaga hal-hal yang konsisten dengan dukungan untuk para keluarga korban," ujar Ioannou kepada AFP.

Dia mengatakan mendapat begitu banyak makanan yang disumbangkan oleh warga, hingga dia harus mengumumkan kembali bahwa bantuan yang dikumpulkan untuk saat ini sudah lebih dari cukup.

Dalam sebuah postingan di Facebook, seorang wanita asal Wellington, Lianess Howard menuliskan tawaran untuk menemani perempuan Muslim di Wellington yang merasa tidak aman karena situasi pascaserangan.

"Jika ada wanita Muslim di Welliongton yang merasa tidak aman sekarang, saya akan berjalan bersama Anda, menunggu di halte bus dengan Anda, duduk di bus bersama Anda, atau pun menemani Anda saat berbelanja," tulisnya, yang kemudian menjadi viral di Twitter setelah tangkapan layarnya dibagikan lebih dari 16.000 kali.

Di seluruh penjuru Selandia Baru, penggalangan dana dilakukan dengan dua kampanye yang paling menonjol telah mengumpulkan lebih dari 3,2 juta dollar Selandia Baru (sekitar Rp 31 miliar) dalam waktu 24 jam pascaserangan.

Sementara warga lainnya menunjukkan dukungan mereka dengan membawa karangan bunga dan menaruhnya di dekat lokasi insiden sebagai wujud turut berduka cita.

Baca juga: Tolong Doakan Saya dan Putri Saya

Di antaranya ada Wendy dan Andy Johnson yang memetik pakis perak, tanaman yang menjadi simbol nasional Selandia Baru, dari kebun mereka untuk ditempatkan di dekat lokasi serangan.

"Kami memotong pakis perak dari kebun kami untuk menunjukkan bagaimana hati kami hancur atas kejadian ini, kami ingin memperlihatkan kepada komunitas Muslim bahwa kami mendukung mereka," ujar Wendy kepada StuffNZ.

"Mereka berhak untuk beribadah dan berdoa seperti yang mereka inginkan di kota ini, tanpa penghakiman atau pembunuhan. Sungguh mengerikan karena ini terjadi di kota kami," tambahnya.



Terkini Lainnya

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Internasional
Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Internasional
Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Internasional
Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

Internasional
YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

Internasional
PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

Internasional
Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Internasional
Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Internasional
Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Internasional
Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Internasional
Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Internasional
Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Internasional
Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Internasional
Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Internasional

Close Ads X