Identifikasi Korban Jatuhnya Boeing 737 MAX 8 di Etiopia Butuh Waktu Enam Bulan

Kompas.com - 17/03/2019, 08:35 WIB
Seorang pria membawa puing di lokasi jatuhnya penerbangan Ethiopian Airlines di Bishoftu, sebuah kota sekitar 60 kilometer tenggara Addis Ababa, Etiopia, Minggu (10/3/2019). (AFP/MICHAEL TEWELDE) Seorang pria membawa puing di lokasi jatuhnya penerbangan Ethiopian Airlines di Bishoftu, sebuah kota sekitar 60 kilometer tenggara Addis Ababa, Etiopia, Minggu (10/3/2019). (AFP/MICHAEL TEWELDE)

ADDIS ABABA, KOMPAS.com - Proses identifikasi sisa-sisa korban jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines yang menelan korban jiwa sebanyak 157 orang diperkirakan bakal memakan waktu hingga enam bulan.

Hal tersebut disampaikan pihak maskapai penerbangan dalam dokumen yang dibagikan kepada keluarga korban.

Dilansir AFP, Sabtu (16/3/2019), dalam dokumen tersebut pihak Ethiopian Airlines menetapkan jadwal untuk pengembalian barang-barang korban dan penyerahan sertifikat kematian.

"Hasil tes DNA akan diumumkan kira-kira antara lima hingga enam bulan sejak tanggal pengambilan sampel," tulis pihak Ethiopian Airlines dalam dokumen.


Baca juga: Semua 737 MAX Dikandangkan, Boeing Terancam Rugi Rp 9.000 Triliun

Ditambahkan, kerabat para korban dapat mengirimkan sampel DNA ke kantor Ethiopian Airlines di Addis Ababa, atau kantor perwakilan yang ada di seluruh dunia.

Lamanya kepastian untuk identifikasi sisa jenazah korban tersebut membuat keluarga dan kerabat korban harus menunggu hingga hampir setengah tahun untuk dapat menggelar pemakaman.

Selain itu, mereka juga menantikan kepastian keterangan resmi terkait penyebab jatuhnya pesawat, yang hingga kini belum diketahui.

Disampaikan Menteri Transportasi Etiopia, Dagmawit Moges dalam konferensi pers, Sabtu kemarin, identifikasi penyebab jatuhnya pesawat dengan nomor penerbangan ET 302 tersebut akan membutuhkan waktu cukup lama.

"Penyelidikan sebesat itu membutuhkan analisis yang cemat dan waktu yang cukup untuk menghasilkan temuan yang nyata, kata menteri.

Harapan untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 tersebut salah satunya dari penyelidikan data kotak hitam yang saat ini ditangani di Paris, Perancis.

Kotak hitam dari pesawat Ethiopian Airlines yang nahas telah dikirim ke agen keselamatan udara BEA di Perancis pada pekan ini.

Sebagian data dari perangkat tersebut, yakni perekam suara kokpit, telah diekstraksi dan diserahkan kepada otoritas di Etiopia.

Saat ini, pekerjaan penyelidikan berlanjut guna memperoleh informasi dari perekam data penerbangan yang rusak parah akibat kecelakaan.

Pesawat Boeing 737 MAX 8 milik maskapai Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET 302 berangkat dari bandara Addis Ababa dengan tujuan Nairobi pada Minggu (10/3/2019) pekan lalu.

Baca juga: Seluruh Dunia Kandangkan Pesawat 737 MAX, Ini Tanggapan Boeing

Namun selang beberapa menit usai lepas landas, pesawat yang membawa 157 orang termasuk kru tersebut dilaporkan jatuh dan menewaskan seluruh penumpang.

Para saksi mata mengatakan pesawat menukik dan jatuh ke lahan pertanian terpencil di tenggara ibu kota Etiopia.

Insiden itu menjadi kali kedua kecelakaan penerbangan fatal yang melibatkan pesawat tipe Boeing 737 MAX 8 dalam enam bulan terakhir, setelah jatuhnya pesawat milik Lion Air di bulan Oktober yang menewaskan 189 orang.

Hal itu memicu ditangguhkannya pengoperasian Boeing 737 MAX 8 di seluruh dunia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Buru Agen Hezbollah, AS Tawarkan Hadiah Uang Rp 97,5 Miliar

Internasional
AS Klaim Tembak Jatuh 'Drone' Iran, Teheran: Trump Berkhayal

AS Klaim Tembak Jatuh "Drone" Iran, Teheran: Trump Berkhayal

Internasional
Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Tewaskan 33 Orang, Pembakaran Kyoto Animation Salah Satu Pembunuhan Massal Terburuk di Jepang

Internasional
Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Hendak Dikeluarkan AS dari Jet Tempur F-35, Turki Cari Alternatif Lain

Internasional
Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Tersangka Pelaku Mengaku Sengaja Bakar Gedung Kyoto Animation

Internasional
Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Bukan Jokowi, BJ Habibie Jadi Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Internasional
Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Pria Korsel Bakar Diri Dalam Mobil yang Parkir di Depan Kedubes Jepang

Internasional
Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Gara-gara Bau Asing, Penumpang NordWind Airlines Dievakuasi di Rusia

Internasional
Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau 'Ngungsi' ke Rumah Warga

Banjir Terjang Taman Margasatwa, Seekor Harimau "Ngungsi" ke Rumah Warga

Internasional
Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Pria Ini Kaget Kakinya yang Diamputasi Jadi Iklan Bungkus Rokok

Internasional
Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Kebakaran Kyoto Animation, Pakar Sebut Kobaran Api Menyebar dengan Cepat

Internasional
Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Hubungan dengan Iran Panas, AS Bakal Kirim Ratusan Pasukan ke Arab Saudi

Internasional
Buntut Nyanyian 'Send Her Back' kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa 'Tak Enak'

Buntut Nyanyian "Send Her Back" kepada Anggota DPR AS Ilhan Omar, Trump Merasa "Tak Enak"

Internasional
Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Pendukung ISIS Dihukum Mati

Kasus 2 Turis Maroko Dipenggal, 3 Pendukung ISIS Dihukum Mati

Internasional
Selama 40 Tahun, Pria Ini Tak Keramas dan Potong Rambut

Selama 40 Tahun, Pria Ini Tak Keramas dan Potong Rambut

Internasional
Close Ads X