Trump Tandatangani Veto Amankan Pendanaan Bangun Tembok Perbatasan

Kompas.com - 16/03/2019, 15:16 WIB
Presiden AS Donald Trump menunjukkan perintah eksekutifnya berisi veto menolak resolusi yang disahkan Senat untuk membatalkan status darurat nasional guna membiayai tembok perbatasan pada Jumat (15/3/2019). AFP/NICHOLAS KAMMPresiden AS Donald Trump menunjukkan perintah eksekutifnya berisi veto menolak resolusi yang disahkan Senat untuk membatalkan status darurat nasional guna membiayai tembok perbatasan pada Jumat (15/3/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani keputusan eksekutif melakukan veto terhadap resolusi yang disahkan Senat.

Penandatanganan veto pertama selama dua tahun kekuasaannya itu terjadi setelah Senat mengesahkan resolusi yang membatalkan status darurat nasional yang dicanangkan pada Februari.

Diberitakan kantor berita AFP Jumat (15/3/2019), Trump yang berada di Ruang Oval mengaku sangat "bangga" bisa menandatangani veto itu.

Baca juga: Senat Sepakat Akhiri Status Darurat AS, Trump: VETO!

Dikelilingi penegak hukum, staf senior, ataupun keluarga yang anggotanya jadi korban kekerasan di perbatasan, Trump menegaskan tugasnya melindungi keselamatan rakyat AS.

"Kongres mempunyai kebabasan untuk meloloskan resolusi tersebut. Namun, saya punya tugas untuk menolaknya," ujar Trump setelah penandatanganan.

Dengan menyebut "alien ilegal", presiden berusia 72 tahun itu menegaskan penyelundupan migran tak berdokumen resmi itu harus diakhiri.

"Orang mungkin benci dengan istilah invasi. Namun, itulah kenyataannya. Sistem imigrasi tengah longgar di perbatasan," tuturnya.

Dengan mengumumkan status darurat nasional, Trump bisa mendapatkan dana yang dibutuhkan untuk membangun tembok setelah proposalnya ditolak.

Presiden dari Partai Republik itu melanjutkan, resolusi yang disahkan Senat tersebut sudah menempatkan banyak warga Amerika dalam bahaya.

"Tidak banyak negara yang memiliki keadaan darurat lebih besar daripada yang kami miliki di perbatasan," ujar Trump dikutip CNN.

Halaman:


Sumber CNN,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X