Terdapat Pengungsi dalam Korban Aksi Teror di Masjid Selandia Baru

Kompas.com - 16/03/2019, 09:53 WIB
Tangkapan layar dari tayangan televisi memperlihatkan seorang korban tiba di rumah sakit pasca-insiden penembakan di Masjid Al Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dalam keterangannya mengatakan, sedikitnya 40 orang tewas dan 20 lainnya luka parah dalam serangan teror tersebut.AFP PHOTO/TV NEW ZEALAND Tangkapan layar dari tayangan televisi memperlihatkan seorang korban tiba di rumah sakit pasca-insiden penembakan di Masjid Al Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dalam keterangannya mengatakan, sedikitnya 40 orang tewas dan 20 lainnya luka parah dalam serangan teror tersebut.

CHRISTCHURCH, KOMPAS.com - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyatakan, korban aksi teror di masjid Christchurch berasal dari negara Muslim.

Diwartakan AFP Jumat (15/3/2019), jajarannya tengah berkoordinasi dengan konsulat dari negara Arab Saudi, Indonesia, Malaysia, maupun Bangladesh.

Satu warga Saudi dan dua warga Yordania dilaporkan masuk dalam daftar korban tewas. Sementara lima warga Pakistan dikabarkan menghilang.

Baca juga: Teroris Penembakan Masjid Selandia Baru Nyengir Saat Digelandang ke Pengadilan

Berdasarkan keterangan Gereja South West Baptist di laman Facebook, ada empat pengungsi yang mereka tangani menjadi korban dalam insiden saat Shalat Jumat tersebut.

Pastor Senior South West Baptist Alan Jamieson mengatakan seperti dikutip Sky News, para pengungsi itu mereka tampung delapan bulan lalu.

"Malam ini, komunitas yang menampung mereka berkumpul dan membantu para korban baik di rumah sakit maupun rumah. Mereka berkumpul dan berdoa," tutur Jamieson.

Ali Akil dari Solidaritas Suriah Selandia Baru kepada Newshub berkata, ada sejumlah pengungsi Suriah yang tertembak di Christchurch.

Beberapa di antara pengungsi yang menerima perawatan di rumah sakit masih anak-anak. Dia menyebut ada keluarga di mana sang ayah menjadi korban tewas.

"Sangat menyedihkan para pengungsi ini datang menghindari kematian dan penyiksaan di Suriah. Namun di sini, mereka dibunuh," keluh Akil.

Dia tidak bisa mengonfirmasi berapa pengungsi Suriah yang ada dalam korban. Namun, dia menyatakan ada anak yang masih menghilang, dan satu anak lainnya terluka serius.

Ardern yang mengunjungi lokasi kejadian di Al Noor dan Linwood juga menyempatkan diri mendatangi pusat penampungan pengungsi di Christchurch.

Di sana, para pengungsi sempat menanyakan bagaimana pengamanan di masjid. Dilaporkan Ardern sempat diberi tahu terdapat "ketakutan" di kalangan pengungsi.

"Ini bukanlah Selandia Baru yang kita kenal," ujarnya seraya memberi perkembangan terbaru 39 orang masih di rumah sakit dengan 11 di antaranya berada di unit gawat darurat.

Baca juga: Teror di Selandia Baru, Umat Muslim Australia Diminta Waspada

Sebelumnya, teroris yang diidentifikasi bernama Brenton Tarrant menyiarkan aksinya ketika menyerbu Masjid Al Noor dan Linwood ketika jemaah menunaikan Shalat Jumat.

Menggunakan senapan semi-otomatis dan shotgun, dia membunuh 49 orang. Di manifesto yang diunggahnya, dia mengaku sudah merencanakan serangan di Christchurch selama tiga bulan terakhir.

Polisi bergerak cepat dengan menangkap empat orang, tiga pria dan satu perempuan, di dalam mobil beberapa jam setelah penembakan terjadi.

Petugas mengugnkapkan mereka menemukan dua bom rakitan di mobil para terduga teroris, dan berhasil dinetralkan oleh militer.

Baca juga: Saya Kira Orang Itu Membawa Pistol Air, Ini Selandia Baru



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X