Krisis Air Terburuk Melanda Ibu Kota Filipina

Kompas.com - 15/03/2019, 23:32 WIB
Penduduk Mandaluyong City, Manila, mengatre untuk mendapat air yang dibawa oleh truk, Jumat (15/3/2019), setelah keran air di rumah mereka mengering. AFP / NOEL CELISPenduduk Mandaluyong City, Manila, mengatre untuk mendapat air yang dibawa oleh truk, Jumat (15/3/2019), setelah keran air di rumah mereka mengering.

MANILA, KOMPAS.com — Ibu kota Filipina, Manila, kini tengah dilanda kekurangan air terburuk dalam beberapa tahun terakhir, setelah saluran di rumah-rumah penduduk berhenti mengalirkan air.

Warga pun dipaksa untuk mengantre bersama ember atau tempat air lainnya dan menunggu selama berjam-jam truk pengangkut air ke wilayah mereka.

Tak hanya melanda rumah-rumah warga, krisis air juga melanda sejumlah rumah sakit di ibu kota dan memaksa dilakukannya penyesuaian penanganan untuk kasus-kasus yang tidak terlalu mendesak membutuhkan air.

Kekurangan air mulai terjadi sejak akhir pekan lalu, dengan beberapa wilayah di Manila timur mendapati pasokan air ke rumah-rumah warga berhenti total.


Kini, meski air telah kembali mengalir, keran-keran sering mengering, dari empat hingga 20 jam per hari karena pemadaman bergilir yang dipicu kelangkaan air dan infrastruktur yang kurang memadai.

Baca juga: Buruknya Lalu Lintas Manila Bikin Presiden Duterte Menyerah

"Saya telah belajar untuk mandi hanya dengan tujuh gayung air. Saya bahkan menggunakan air bekas mandi untuk menyiram toilet," ujar Ricardo Bergado, salah seorang warga Manila, kepada AFP, sembari mengantre air.

"Sekarang waktu kami banyak dihabiskan untuk memastikan kami memiliki cukup air daripada melakukan hal penting lainnya," katanya.

Sementara setidaknya ada lima rumah sakit umum di Manila yang telah mulai mendapat pasokan tambahan air dari truk karena krisis air telah menyebabkan setidaknya satu rumah sakit membatasi penerimaan pasien.

"Ini adalah (kekurangan air) yang terburuk yang pernah kami alami. Situasi ini hampir kami alami tahun lalu, tapi kami terselamatkan berkat hujan badai yang datang," ujar Dittie Galang, Manajer Komunikasi Manila Water, perusahaan air di ibu kota Filipina.

Krisis air ini dikhawatirkan dapat berlangsung hingga Juli mendatang, menunggu hujan monsun yang biasanya akan mengisi kembali waduk-waduk setempat, yang salah satunya kini berada pada level terendah selama dua dekade terakhir.

Meski dikenal kerap diterjang banjir akibat terjangan angin topan, Filipina juga sering mengalami kekurangan air karena musim kering yang menyebabkan habisnya cadangan air.

Pada saat yang sama, jaringan pipa dan bendungan yang telah mulai dimakan usia tak dapat mengimbangi pertumbuhan kota yang telah berlipat ganda sejak 1985.

Pemerintah setempat mengakui peningkatan permintaan air telah lama diramalkan, tetapi gagal diantisipasi karena keterlambatan proyek untuk menambah kapasitas penampungan air.

"Kami membutuhkan sumber air alternatif dan itu seharusnya kami penuhi kemarin," ujar Patrick Ty, Kepala Sistem Saluran dan Pengairan Metropolitan, kepada ABS-CBN.

Baca juga: Turis Membludak Bikin Pulau di Thailand Alami Krisis Air Bersih

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Internasional
Korea Utara Sebut Trump sebagai 'Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan'

Korea Utara Sebut Trump sebagai "Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan"

Internasional
4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

Internasional
Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Internasional
Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Internasional
Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Internasional
Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump 'Muka Dua'

[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump "Muka Dua"

Internasional
Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X