Biografi Tokoh Dunia: Ivan yang Menakutkan, Tsar Pertama Rusia

Kompas.com - 15/03/2019, 23:04 WIB
Ivan the Terrible, Kaisar pertama Rusia Tretyakov Gallery via WikipediaIvan the Terrible, Kaisar pertama Rusia

KOMPAS.com - Ivan IV Vasilyevich, dikenal juga sebagai Ivan yang Menyeramkan, merupakan Grand Prince Moskwa sekaligus Tsar pertama Rusia.

Cucu dari Ivan yang Hebat, dia bertakhta sebagai Kaisar Rusia pada 1547 hingga 1584, dan pemerintahannya dikenal sebagai masa penuh teror.

Dia dikenal sebagai pribadi yang paranoid, pemarah, dan mempunyai masalah kejiwaan. Ivan diyakini membunuh putra sekaligus penerus takhta Ivan Ivanovich.

Baca juga: Dicuri saat PD II, Lukisan Tsar Rusia akan Dikembalikan ke Ukraina

Kemudian dia juga membuat menantunya keguguran sehingga takhta jatuh ke tangan putranya yang lain Feodor Ivanovich atau Feodor I, dan menghasilkan Masa Permasalahan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi Tsar dari Dinasti Rurikid itu.

1. Masa Kecil
Ivan merupakan putra pertama Vasili III Ivanovich sebagai penguasa Grand Duchy Moskwa dari istri kedua Elena Glinskaya, dan lahir pada 25 Agustus 1530 di Kolomenskoye.

Ketika berusia tiga tahun, Vasili III meninggal dunia karena menderita bisul bernanah serta peradangan di kaki yang diduga diakibatkan keracunan darah.

Sang ibu yang merupakan keturunan Serbia dan Lipka Tatar menjadi pemangku jabatan. Namun dia tewas dengan dugaan dia dibunuh oleh racun.

Status sebagai pemangku jabatan Grand Duchy Moskwa sempat menjadi rebutan di antara bangsawan, utamanya Keluarga Shuisky dan Belsky.

Akhirnya pada 16 Januari 1547 dalam usia 16 tahun, Ivan menerima Mahkota Monomakh di Katedral Orthodox Dormition, dan menerima titel Tsar Semua Rusia.

Selain menerima gelar Grand Prince Muscovits, dia juga berhak atas Kievan Rus, dan setelah itu menikah dengan Anastasia Romanovna, anggota Keluarga Romanov.

Dengan dinobatkan sebagai Tsar, Ivan memberi pesan kepada dunia bahwa dia adalah pemimpin seluruh Rusia dan titahnya tidak bisa dibantah.

Baca juga: Setelah 30 Tahun, Tes DNA Konfirmasikan Tulang Keluarga Tsar Rusia

2. Menjadi Tsar Rusia
Dua tahun setelah dinobatkan, Ivan mengukuhkan dewan penasihat yang bakal membangun konsensus serta membantunya melakukan reformasi.

Selama masa konstruksi, dia memperkenalkan pemerintahan mandiri, melakukan reformasi pajak, dan memperkenalkan reformasi hukum maupun gereja.

Pada 1556, dia meloloskan regulasi berisi kewajiban bagi keluarga bangsawan untuk menunjukkan pengabdian penuh kepada kerajaan.

Dalam kebijakan luar negeri, dia punya dua tujuan utama: merebut Golden Horde yang dikuasai Mongol dan mendapatkan akses ke Laut Baltik.

Pada 1552 dan 1556, dia menundukkan pasukan Tartar di Kazan dan Astrakhan. Kemenangan memberikannya kuasa atas Ural do timur, dan Laut Kaspia di selatan.

Keberhasilan itu membuat Ivan bisa membuat garis penyokong di kawasan Mongol. Meski begitu, dia gagal menaklukan Lithuania dan tidak memperoleh akses ke Baltik.

Baca juga: Yurovsky dan Medvedev-Kudrin, Dua Orang Pemimpin Pembunuh Tsar Nicholas II

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump di Senat AS Dibuka dengan Perdebatan Sengit

Sidang Pemakzulan Trump di Senat AS Dibuka dengan Perdebatan Sengit

Internasional
Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

Internasional
Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Internasional
Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Internasional
Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Internasional
Berjuluk 'Profesor', Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Berjuluk "Profesor", Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Internasional
Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Internasional
Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Internasional
Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Internasional
Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Internasional
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Internasional
Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Internasional
Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X