AS Ancam Beri Sanksi Mahkamah Kriminal Internasional

Kompas.com - 15/03/2019, 22:31 WIB
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo. AFP / WIN MCNAMEE / GETTY IMAGES NORTH AMERICAMenteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat mengumumkan akan menjatuhkan sanksi kepada anggota Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) jika terlibat dalam penyelidikan atas tindakan tentara AS di Afghanistan.

Ancaman pemberian sanksi kepada badan pengadilan kejahatan perang permanen di dunia itu menjadi yang pertama kalinya dilakukan AS.

Ancaman sanksi yang diberikan adalah pembatasan visa bagi siapa pun yang terlibat dalam penyelidikan atas dugaan adanya kejahatan perang dalam perang di Afghanistan, termasuk oleh tentara AS.

"Jika Anda bertanggung jawab atas penyelidikan ICC yang diusulkan terhadap personel AS sehubungan dengan situasi di Afghanistan, Anda dapat berasumsi bahwa Anda sudah tidak memiliki, atau akan mendapatkan visa, atau diizinkan masuk AS," ujar Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, Jumat (15/3/2019).


Baca juga: Malaysia Jadi Anggota Ke-124 Mahkamah Kriminal Internasional

Ditambahkan Pompeo, dalam konferensi pers di Washington, penolakan visa pertama telah dikeluarkan di bawah rezim baru tetapi dirinya tidak memberi tahu berapa banyak orang yang akan ditargetkan secara keseluruhan.

Pada November 2017, jaksa ICC Fatou Bensouda telah mengumumkan bakal meminta izin kepada hakim mahkamah kriminal internasional untuk membuka penyelidikan terhadap dugaan kejahatan perang selama konflik di Afghanistan, tidak terkecuali yang dilakukan oleh militer AS.

Dalam sebuah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap badan dunia tersebut, yang berfungsi mengadili pelaku kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan itu, Gedung Putih mengancam para hakim dan jaksa ICC pada September lalu dengan sanksi jika mereka mengincar personel Amerika atau Israel.

"Pembatasan visa yang dilakukan bakal mencakup pihak yang mengambil atau telah mengambil tindakan untuk meminta atau melanjutkan penyelidikan," kata Pompeo.

"Pembatasan visa ini juga dapat digunakan untuk menghalangi upaya ICC yang mengincar personil dari negara sekutu, termasuk Israel," tambah Pompeo, dikutip AFP.

Baca juga: Mahkamah Kriminal Internasional Buka Investigasi Kasus Rohingya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X