Aksi Teror Selandia Baru Bikin London Tingkatkan Pengamanan Masjid

Kompas.com - 15/03/2019, 19:26 WIB
Wali kota London, Sadiq Khan.Yui Mok / POOL / AFP Wali kota London, Sadiq Khan.

LONDON, KOMPAS.com - Kepolisian Inggris meningkatkan penjagaan dan patroli di sejumlah masjid menyusul serangan teror di Selandia Baru yang menewaskan 49 orang.

Wali kota London Sadiq Khan dan perwira kepolisian anti-teror Inggris mengatakan, jumlah petugas akan ditingkatkan saat shalat Jumat digelar.

"Saya ingin menastikan kepada komunitas Muslim di London. Saya sudah berkomunikasi dengan kepolisian. Hari ini mereka akan menjaga masjid di saat warga Muslim London menjalankan shalat Jumat," ujar Khan, Jumat (15/3/2019).

Baca juga: Teroris Penembakan Masjid Selandia Baru Sudah Rencanakan Aksinya Selama 3 Bulan

Hal senada disampaikan komandan unit anti-teror kepolisian metropolitan London, Neil Basu.

"Kami akan meningkatkan kehadiran patroli di sekitar masjid dan meningkatkan keterlibatan kami di komunitas berbagai agama, memberi saran bagaimana warga bisa melindungi diri sendiri," ujar Basu.

"Bersama dengan rekan intelijen, kami terus memantau berbagai ancaman yang ada, termasuk terhadap dan di sekitar rumah ibadah dan komunitas tertentu di negeri ini," tambah dia.

Basu menambahkan, pihaknya siap membantu kepolisian Selandia Baru dalam merespon dan melakukan investigasi serangan teror ini.

Sementara itu,ketua Dewan Muslim Inggris Harun Khan mengatakan, umat Muslim Inggris (MCB) mempersiapkan ibadah shalat Jumat dengan rasa was-was.

"Apakah masjid dan komunitas kami aman di hadapan Islamophobia dan kekerasan terhadap umat Muslim?" ujar Khan.

MCB mengatakan, dua masjid di Newcastle pernah menjadi sasaran vandalisme dengan menggambar lambang Nazi di tembok masjid.

Sebenarnya, London sudah pernah meningkatkan pengamanan masjid menyusul adanya serangan teror. Patroli tambahan dikerahkan usai serangan di Finsbury Park pada 19 Juni 2017.

Baca juga: WNI Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru 2 Bulan Pindah dari Yogyakarta

Saat itu pelaku serangan teror Darren Osborne menabrakkan minibusnya ke para pejalan kaki yang baru saja keluar dari sebuah pusat kegiatan Muslim di dekat masjid Finsbury Park, London.

Satu orang tewas dan beberapa orang lainnya cedera. Osborne sendiri ditahan dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.




Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X