Kompas.com - 15/03/2019, 06:36 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Perusahaan raksasa Boeing pada Kamis (14/3/2019) menyatakan, menghentikan semua pengiriman pesawat 737 MAX ke sejumlah maskapai di seluruh dunia.

Diwartakan CNBC, meski demikian, Boeing tetap terus memproduksi 737 MAX sambil memantau perkembangan penyelidikan insiden jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

"Kami menghentikan pengiriman 737 MAX sampai kami menemukan solusi," demikian pernyataan perusahaan asal AS itu.

Baca juga: Pilot AS Pernah Keluhkan Performa Pesawat Boeing 737 MAX

"Kami terus membangun pesawat 737 MAX sambil memantau situasi, termasuk batasan kendala kapasitas, akan berdampak pada sistem produksi kami," lanjutnya.

Boeing MAX 737 kini telah "dikandangkan" di seluruh dunia setelah dua kecelakaan yang melibatkan pesawat tipe itu dalam waktu kurang dari lima bulan.

CBC News melaporkan, hampir 5.000 pesawat tipe MAX telah dipesan oleh maskapai sehingga penundaan pengiriman akan berdampak secara finansial bagi industri itu.

Sementara itu, penyelidik di Perancis telah menerima pengiriman kotak hitam dari kecelakaan Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang.

Di sisi lain perlu waktu hingga berbulan-bulan untuk mengidentifikasi korban tewas pesawat tersebut yang jatuh pada Minggu (10/3/2019).

Sebelumnya, regulator penerbangan sipil AS atau FAA mengaku telah menemukan bukti baru yang menunjukkan adanya kesamaan antara kecelakaan Ethiopian Airlines dan Lion Air.

Penyebab kecelakaan Lion Air masih diselidiki. Namun, laporan awal pada November lalu menyoroti masalah pada sistem anti-stall Boeing.

Baca juga: Garuda Pertimbangkan Pembatalan Pesanan Puluhan Boeing 737 Max

Sementara dalam insiden Ethiopian Airlines, pilot melaporkan masalah kontrol internal dan mendapat izin untuk kembali ke bandara. Namun, pesawat jatuh dan meledak di lahan pertanian kering.

Sebelum peristiwa kecelakaan, pilot di AS telah melaporkan sistem otomatis Boeing itu menyebabkan pesawat 737 MAX 8 miring tiba-tiba.

Hal tersebut terjadi setelah mereka menggunakan autopilot, tapi pilot dapat segera memulihkan keadaan dengan melepaskan autopilot.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.