Boeing Tunda Pengiriman Pesawat 737 MAX ke Sejumlah Maskapai

Kompas.com - 15/03/2019, 06:36 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 parkir di tarmac pabrik pesawat Boeing di Renton, Washington, Amerika Serikat, 8 Desember 2015. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/JASON REDMONDPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 parkir di tarmac pabrik pesawat Boeing di Renton, Washington, Amerika Serikat, 8 Desember 2015. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Perusahaan raksasa Boeing pada Kamis (14/3/2019) menyatakan, menghentikan semua pengiriman pesawat 737 MAX ke sejumlah maskapai di seluruh dunia.

Diwartakan CNBC, meski demikian, Boeing tetap terus memproduksi 737 MAX sambil memantau perkembangan penyelidikan insiden jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

"Kami menghentikan pengiriman 737 MAX sampai kami menemukan solusi," demikian pernyataan perusahaan asal AS itu.

Baca juga: Pilot AS Pernah Keluhkan Performa Pesawat Boeing 737 MAX


"Kami terus membangun pesawat 737 MAX sambil memantau situasi, termasuk batasan kendala kapasitas, akan berdampak pada sistem produksi kami," lanjutnya.

Boeing MAX 737 kini telah "dikandangkan" di seluruh dunia setelah dua kecelakaan yang melibatkan pesawat tipe itu dalam waktu kurang dari lima bulan.

CBC News melaporkan, hampir 5.000 pesawat tipe MAX telah dipesan oleh maskapai sehingga penundaan pengiriman akan berdampak secara finansial bagi industri itu.

Sementara itu, penyelidik di Perancis telah menerima pengiriman kotak hitam dari kecelakaan Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang.

Di sisi lain perlu waktu hingga berbulan-bulan untuk mengidentifikasi korban tewas pesawat tersebut yang jatuh pada Minggu (10/3/2019).

Sebelumnya, regulator penerbangan sipil AS atau FAA mengaku telah menemukan bukti baru yang menunjukkan adanya kesamaan antara kecelakaan Ethiopian Airlines dan Lion Air.

Penyebab kecelakaan Lion Air masih diselidiki. Namun, laporan awal pada November lalu menyoroti masalah pada sistem anti-stall Boeing.

Baca juga: Garuda Pertimbangkan Pembatalan Pesanan Puluhan Boeing 737 Max

Sementara dalam insiden Ethiopian Airlines, pilot melaporkan masalah kontrol internal dan mendapat izin untuk kembali ke bandara. Namun, pesawat jatuh dan meledak di lahan pertanian kering.

Sebelum peristiwa kecelakaan, pilot di AS telah melaporkan sistem otomatis Boeing itu menyebabkan pesawat 737 MAX 8 miring tiba-tiba.

Hal tersebut terjadi setelah mereka menggunakan autopilot, tapi pilot dapat segera memulihkan keadaan dengan melepaskan autopilot.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X