Pengusaha Tewas Usai Jalani Transplantasi Rambut Selama 12 Jam

Kompas.com - 14/03/2019, 18:33 WIB
Transplantasi rambut. ShutterstockTransplantasi rambut.
|

NEW DELHI, KOMPAS.com - Seorang pengusaha India meninggal dunia setelah menjalani transplantasi rambut selama 12 jam di kota Mumbai.

Pria 43 tahun yang disebut media setembat bernama Shrawan Kumar Choudhary dilarikan ke rumah sakit setelah kesulitan bernapas usai menjalani transplantasi di sebuah klinik swasta.

Setelah dirawat selama satu hari, Shrawan meningal dunia akibat sejumlah organ tubuhnya gagal berfungsi yang diduga dipicu akibat reaksi alergi.

Baca juga: Transplantasi Rambut, Cara Pria Atasi Kebotakan Secara Permanen


Pemilik perusahaan logistik itu membayar 500.000 rupee atau hampir Rp 103 juta untuk transplantasi rambut di sebuah klinik di kawasan Chinchpokli, Mumbai.

Menurut harian The Times of India, sang ahli bedah Vikas Halwai mengatakan kepada polisi pasiennya itu sudah menerima 3.700 lembar rambut.

Shrawan dikabarkanm meminta transplantasi 9.000 lembar rambut dalam satu kali prosedur, tidak diketahui apakah sang dokter menyetujui permintaan itu.

Sebenarnya, amat tak lazim lebih dari 3.000 lembar rambut ditanam di kepala seseorang dalam satu kali prosedur.

Prosedur panjang itu dimulai pada Jumat pekan lalu dan selesai pada pukul 02.30 di hari berikutnya.

Pada Sabtu, Shrawan mengalami kesulitan bernapas. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak bisa diselamatkan.

Pria ini dikabarkan tidak memberi tahu keluarganya bahwa dia tengah melakukan transplantasi rambut.

Baca juga: Rambut Miss Congo Terbakar Setelah Dinobatkan Jadi Miss Africa

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X