Polisi India Tangkap 10 Mahasiswa yang Asyik Main PUBG

Kompas.com - 14/03/2019, 17:09 WIB
PUBG.Shutterstock PUBG.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Kepolisian India menangkap 10 orang mahasiswa karena bermain PUBG, permainan ponsel populer yang oleh seorang menteri disebut sebagai "setan di tiap rumah".

Penangkapan itu terjadi pada Rabu (13/3/2019) di negara bagian Gujarat yang sejak pekan lalu memberlakukan larangan bermain PUBG.

Pemerintah Gujarat menjadikan PUBG permainan terlarang dianggap berdampak buruk terhadap perilaku, perbuatan, dan perkataan mereka yang memainkannya.

Baca juga: Militer Irak Sebut Banyak Tentaranya Kecanduan Game Online PUBG

"Para mahasiswa itu dilepaskan dengan uang jaminan di hari yang sama," kata inspektur polisi VS Vanzara, Kamis (14/3/2019).

Perwira lainnya, Rohit Raval mengatakan kepada harian The Indian Express terkait penangkapan tersebut.

"Permainan ini amat adiktif dan para mahasiswa itu begitu asyik bermain sehingga mereka tak menyadari polisi datang mendekat," kata Raval.

Sejauh ini, Gujarat adalah satu-satunya negara bagian di India yang melarang PUBG yang sudah diundah sebanyak 100 juta kali di seluruh dunia.

Para orangtua dan pendidik menilai permainan itu memicu kekerasan dan membuat para pelajar tak mempedulikan lagi pelajaran sekolah mereka.

Seorang menteri di negara bagian Goa bahkan menggambarkan PUBG sebagai "setan di setiap rumah" karena pengaruhnya untuk mereka yang memainkannya.

Bulan lalu, seorang ibu mengeluh kepada PM Narendra Modi terkait putranya yang kecanduan permainan online itu.

Baca juga: Militer Lebanon Larang Tentaranya Mainkan Game Online PUBG



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X