Bentuk Oposisi, Pangeran Saudi di Pengasingan Serukan Pergantian Rezim Kerajaan

Kompas.com - 14/03/2019, 16:19 WIB
Pangeran Khaled bin Farhan al-Saud. DAILY SABAH / DPA PHOTOPangeran Khaled bin Farhan al-Saud.

BERLIN, KOMPAS.com - Seorang pangeran dari kerajaan Arab Saudi membentuk kelompok oposisi yang bertujuan membantu orang-orang yang ingin melarikan diri dari kerajaan.

Selain itu juga menyerukan untuk dilakukannya reformasi terhadap pemerintahan kerajaan yang dianggap sangat konservatif.

Pangeran Khaled bin Farhan al-Saud, yang melarikan diri dari Saudi pada 2007 silam, mengatakan dirinya tergerak untuk bertindak setelah melihat nasib yang menimpa jurnalis Jamal Khashoggi.

Dia pun menilai Arab Saudi memerlukan sistem pemerintahan baru yang lebih demokratis.


"Kita membutuhkan sistem pemerintahan baru di Arab Saudi seperti negara-negara demokrasi lainnya, di mana rakyat memiliki hak untuk memilih pemerintah dan menciptakan Arab Saudi yang baru," kata pangeran yang kini tinggal di Jerman.

Baca juga: Pangeran Saudi Ini Sebut Laporan CIA soal Khashoggi Tak Bisa Dipercaya

Pangeran Khaled membentuk kelompok oposisi yang diberi nama Gerakan Kebebasan Rakyat Semenanjung Arab.

Grup tersebut akan memberikan bantuan pengacara, penerjemah, dan akses untuk suaka di Eropa kepada orang-orang yang ingin melarikan diri dari kerajaan.

"Kami memiliki visi untuk sistem peradilan, untuk hak asasi manusia dan akuntabilitas, tetapi saat ini kami akan fokus pada konstitusi dan aktivisme untuk membantu warga Saudi di Eropa," ujarnya kepada The Independent dikutip The New Arab.

Gagasan untuk memberi bantuan kepada warga Saudi yang melarikan diri, disampaikan Khaled, didapatnya dari kasus pembunuhan Khashoggi, cerita perempuan remaja Rahaf al-Qunun, serta pengalamannya sendiri yang harus melarikan diri karena menghindari penangkapan.

"Saya meninggalkan Saudi pada 2007 setelah saya diperingatkan ada perintah penangkapan saya karena mengkritik pemerintah," jelasnya.

"Saya telah merasakan penderitaan ini sendiri dan kini saya ingin membantu orang lain yang menghadapi masalah yang sama. Saat Anda menyerukan melawan pemerintah maka Anda butuh bantuan," ujarnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X