Pakistan Klaim Sukses Lakukan Uji Coba Misil Jet Terbaru

Kompas.com - 14/03/2019, 13:59 WIB
Jet tempur JF-17 milik Angkatan Udara Pakistan, hasil kerja sama dengan China.AFP / AAMIR QURESHI Jet tempur JF-17 milik Angkatan Udara Pakistan, hasil kerja sama dengan China.

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Di tengah ketegangan yang meningkat dengan negara tetangganya, Pakistan mengklaim telah berhasil melakukan uji coba misil jet terbarunya.

Misil jet jarak jauh yang dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri itu disebut sebagai sebuah "senjata pintar".

Angkatan Udara Pakistan mengatakan, uji coba misil udara-ke-darat itu dilakukan dengan mengerahkan jet tempur multi-peran JF-17 Thunder, yang merupakan hasil kerja sama China-Pakistan.

"Kami berjanji akan menanggapi dengan kekuatan penuh jika mendapat ancaman agresi asing," ujar pernyataan Angkatan Udara Pakistan, Selasa (12/3/2019).

Tidak ada karakteristik misil terbaru yang tersedia untuk umum. Pihak angkatan udara hanya mendeskripsikannya misil tersebut sebagai senjata pintar yang memiliki jarak jangkauan yang diperluas.

Baca juga: Pakistan Klaim Cegat Kapal Selam India yang Coba Masuki Wilayah Perairannya

Sebuah rekaman video berdurasi singkat dari hasil uji coba telah dirilis, yang memperlihatkan sebuah jet tempur mengerahkan misil yang kemudian mengenai target yang ditentukan.

Rekaman juga memperlihatkan dampak serangan berupa kawah terbentuk akibat ledakan misil.

Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan, Mujahid Anwar Khan, memuji para teknisi dan ilmuwan negara yang telah berhasil mengembangkan dan menguji senjata baru tersebut.

"Pakistan adalah negara yang cinta damai, akan tetapi jika menjadi sasaran agresi oleh musuh, kami akan menanggapi dengan kekuatan penuh," kata pejabat itu, dikutip Russian Times.

Pengujian senjata baru oleh Angkatan Udara Pakistan itu memicu kekhawatiran akan kembali meningkatnya ketegangan dengan India, setelah kedua negara terlibat konflik hingga perang udara pada akhir Februari lalu.

Ketegangan terakhir antara Islamabad dengan New Delhi dipicu aksi teror bom bunuh diri yang menyerang parade paramiliter India di wilayah perbatasan Kashmir, menewaskan hingga 40 orang.

Militer India mengklaim telah melancarkan serangan balasan ke markas kelompok militan Jaish-e-Mohamad yang mengaku berada di balik teror bom bunuh diri pada 14 Februari tersebut.

Namun aksi itu ditanggapi sebagai sebuah bentuk pelanggaran perbatasan dan dibalas dengan serangan udara oleh Pakistan.

Baca juga: Pakistan Umumkan Tembak Jatuh 2 Jet Tempur India



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

Internasional
Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Internasional
Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Internasional
Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Internasional
'Manusia Pohon' Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi untuk Terbebas dari Sakit

"Manusia Pohon" Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi untuk Terbebas dari Sakit

Internasional
Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Internasional
Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Internasional
Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Internasional
Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Internasional
Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Internasional
Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Internasional
China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

Internasional
Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Internasional
Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Internasional
Anggota ISIS 'Jihadi Jack' Ingin Pulang: Saya Tak Berniat Meledakkan Rakyat Inggris

Anggota ISIS "Jihadi Jack" Ingin Pulang: Saya Tak Berniat Meledakkan Rakyat Inggris

Internasional

Close Ads X