"Masa Terakhir ISIS Baru Saja Dimulai"

Kompas.com - 14/03/2019, 11:42 WIB
Dalam foto yang diambil pada 11 Maret 2019, desa Baghouz menyala di malam hari oleh serangan Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Baghouz merupakan benteng terakhir ISIS, dan saat ini digempur koalisi pimpinan AS.AFP/DELIL SOULEIMAN Dalam foto yang diambil pada 11 Maret 2019, desa Baghouz menyala di malam hari oleh serangan Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Baghouz merupakan benteng terakhir ISIS, dan saat ini digempur koalisi pimpinan AS.

BAGHOUZ, KOMPAS.com — Dentuman artileri dan suara memekakkan telinga dari bom yang dijatuhkan dari jet tempur terdengar dari Baghouz, sebuah desa di Suriah.

Di tempat itulah, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) mati-matian mempertahankan wilayah yang kini menjadi benteng terakhir mereka.

"Masa terakhir ISIS baru saja dimulai," ucap pejabat Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Jiaker Ahmed seperti dilansir AFP Rabu (13/3/2019).

Baca juga: 3.000 Anggota ISIS Menyerah dalam Pertempuran Terakhir

Pasukan aliansi milisi Kurdi dan Arab itu menggempur Baghouz secara intens dalam sebulan terakhir dibantu koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS).

Seorang petinggi anonim SDF menuturkan, mereka melancarkan serangan selama tiga malam beruntun untuk mendesak ISIS dari wilayah mereka di perbatasan Irak itu.

Petinggi itu menjelaskan ISIS sempat melancarkan serangan balasan dengan menggunakan bom bunuh diri sebanyak dua kali. Satu pada pagi, satunya di sore hari.

"Serangan kedua bahkan lebih kuat karena mereka melancarkannya dengan berlindung menggunakan asap yang dihasilkan saat bom pertama," kata petinggi itu.

Pejabat itu mengungkapkan anggotanya berhasil menghentikan pelaku bom bunuh diri ISIS sebelum mereka mencapai pos tempat SDF berada.

Delil, seorang anggota SDF, mengatakan, operasi mereka saat ini terhalang oleh badai pasir. "Itu menguntungkan mereka. Namun, setelah itu mereka milik kami," tegasnya.

Di luar Baghouz, puluhan warga yang mengungsi duduk di sebuah lapangan dengan bunga kuning. Dalam sehari ribuan anggota ISIS yang selamat menyerahkan diri.

Juru bicara SDF Mustafa Bali menjelaskan ada sekitar 3.000 anggota ISIS yang menyerah dalam 24 jam terakhir. "Momen terakhir dalam pertempuran ini semakin dekat," ujarnya.

Namun, pejabat anonim SDF mengungkapkan perjuangan mereka lebih berat karena masih banyak anggota ekstremis yang bersembunyi di Baghouz.

Meski begitu, juru bicara koalisi AS Sean Ryan dengan yakin mengatakan ISIS tidak mempunyai ruang untuk melakukan manuver.

Baca juga: Rilis Video dari Baghouz, Anggota ISIS Klaim Mereka Dipersekusi

"Dikombinasikan pergerakan darat SDF, perkembangan penting dicapai dan kemampuan mereka dihancurkan. Tidak ada kemerdekaan di kubu mereka (ISIS)," kata Ryan.

Pengamat Suriah untuk HAM menjelaskan, setidaknya ada 60.000 orang yang melarikan diri dari Baghouz sejak Desember tahun lalu.

Adapun 10.000 orang di antaranya adalah terduga anggota ISIS. Eksodus telah menimbulkan krisis kemanusiaan di kamp pengungsian al-Hawl yang dikelola SDF.

Karena krisis itu, badan pangan PBB pada Selasa (12/3/2019) meminta tambahan pendanaan untuk mengatasi kekurangan di al-Hawl.

Baca juga: Irak Bersedia Pulangkan 20.000 Warganya dari Suriah, Termasuk Keluarga ISIS



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

Internasional
Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Internasional
Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Internasional
Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Internasional
'Manusia Pohon' Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi untuk Terbebas dari Sakit

"Manusia Pohon" Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi untuk Terbebas dari Sakit

Internasional
Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Internasional
Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Internasional
Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Internasional
Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Internasional
Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Internasional
Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Internasional
China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

Internasional
Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Internasional
Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Internasional
Anggota ISIS 'Jihadi Jack' Ingin Pulang: Saya Tak Berniat Meledakkan Rakyat Inggris

Anggota ISIS "Jihadi Jack" Ingin Pulang: Saya Tak Berniat Meledakkan Rakyat Inggris

Internasional

Close Ads X