111 Sekolah di Malaysia Ditutup karena Terpapar Gas Limbah Beracun

Kompas.com - 14/03/2019, 10:48 WIB
Bendera Malaysia. ThinkstockBendera Malaysia.

PASIR GUDANG, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia menutup semua sekolah di kota industri Pasir Gudang, Johor Baru, akibat emisi gas beracun dari limbah yang dibuang secara ilegal di Sungai Kim Kim.

Diwartakan Malay Mail, kini jumlah sekolah yang ditutup hingga Rabu (14/3/2019) mencapai 111 sekolah.

"Dengan demikian, semua murid, guru, staf, dan pekerja di semua sekolah yang terdampak tidak perlu buka sampai situasinya membaik," kata Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik.

Baca juga: Ratusan Warga Diduga Terdampak Gas Limbah Beracun, Malaysia Liburkan 34 Sekolah

Laporan kantor berita AFP menyebutkan, limbah beracun tersebut telah menyebabkan ratusan orang jatuh sakit, termasuk anak-anak.

Sebuah truk diyakini telah membuang limbah di sungai pada pekan lalu sehingga membuat gas berbahaya menyebar ke area yang lebih luas.

Mereka yang terpapar gas menunjukkan gejala keracunan seperti mual dan muntah.

Sementara, lebih dari 500 orang dengan mayoritas murid sekolah kini menerima perawatan medis setelah menghirup uap. Sejauh ini, ada 160 orang yang dirawat di rumah sakit.

Belum diketahui pasti jenis gas beracun apa yang ditimbulkan oleh limbah.

"Kementerian pendidikan meminta agar semua pihak mengambil tindakan pencegahan," ucap Maszlee.

Menteri Besar Johor, Osman Sapian, menyatakan situasi di sepanjang Sungai Kim Kim telah di bawah kendali.

Dia menilai tidak perlu untuk mengevakuasi atau memindahkan penduduk yang tinggal di sepanjang sungai.

"Faktanya, belum ada kematian yang terkait dengan insiden tersebut," ujarnya.

Baca juga: Ini Isi Surat Jaksa Agung Malaysia Terkait Bebasnya Siti Aisyah

Dia meyakini, uap dari limbah yang dibuang di sungai memasuki gedung sekolah yang lebih terbuka melalui angin, atau juga cuaca panas.

Di sisi lain, tiga pria ditangkap awal pekan ini karena membuang limbah beracun.

Satu orang di antaranya akan didakwa di pengadilan dalam waktu dekat dan menghadapi hukuman lima tahun penjara jika terbukti melanggar undang-undang perlindungan lingkungan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X