Kompas.com - 14/03/2019, 09:31 WIB

SHAH ALAM, KOMPAS.com - Siti Aisyah asal Indonesia, terdakwa pembunuhan adik tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Jong Nam, dibebaskan oleh pengadilan Malaysia.

Aisyah akhirnya lolos dari hukuman mati karena dituding membunuh Kim Jong Nam di Bandara Kuala Lumpur pada 2017.

Sementara, perempuan asal Vietnam, Doan Thi Huong, sedang menantikan nasib baik agar dapat terbebas dari segala dakwaan pembunuhan itu seperti Aisyah.

Baca juga: Ini Isi Surat Jaksa Agung Malaysia Terkait Bebasnya Siti Aisyah

Diwartakan AFP, Huong tiba di pengadilan Malaysia pada Kamis (14/3/2019) dengan mengenakan penutup kepala berwarna merah dan rompi antipeluru.

Pengacara Huong meminta pemerintah Malaysia untuk menarik dakwaan pembunuhan terhadap kliennya.

Siti Aisyah bersiap memberikan keterangan setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (11/3/2019). Siti Aisyah kembali ke Indonesia setelah dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia karena jaksa mencabut dakwaan terhadap Aisyah terkait kasus dugaan pembunuhan Kim Jong-Nam . ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama.WAHYU PUTRO A Siti Aisyah bersiap memberikan keterangan setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (11/3/2019). Siti Aisyah kembali ke Indonesia setelah dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia karena jaksa mencabut dakwaan terhadap Aisyah terkait kasus dugaan pembunuhan Kim Jong-Nam . ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama.
Sejak pembebasan Aisyah, Vietnam telah meningkatkan tekanan dengan menulis surat kepada pemerintah Malaysia untuk meminta Huong dilepaskan.

Sebelumnya, Indonesia juga melancarkan kampanye diplomatik untuk membebaskan Aisyah, dengan menulis surat kepada jaksa agung Malaysia untuk meminta pembebasannya.

Seperti diketahui, Aisyah dibebaskan pada Senin lalu ketika dijadwalkan melanjutkan kesaksian sehingga menyebabkan persidangan ditunda.

Baik Duong mau pun Aisyah kompak membantah telah membunuh Kim Jong Nam.

Mereka mengaku ditipu oleh mata-mata Korea Utara dengan mengoleskan racun saraf pada tubuh korban.

Halaman:
Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.