Tak Punya Alat Baca Datanya, Etiopia Kirim Kotak Hitam Boeing 737 MAX 8 ke Eropa

Kompas.com - 13/03/2019, 21:23 WIB
Seorang petugas membawa sebuah potongan pesawat milik Ethiopian Airlines di dekat kota Bishoftu,  60 kilometer sebelah tenggara  ibu kota Addis Ababa. Tragedi ini menewaskan 157 orang penumpang dan awak pesawat. AFP/MICHAEL TEWELDESeorang petugas membawa sebuah potongan pesawat milik Ethiopian Airlines di dekat kota Bishoftu, 60 kilometer sebelah tenggara ibu kota Addis Ababa. Tragedi ini menewaskan 157 orang penumpang dan awak pesawat.

ADDIS ABABA, KOMPAS.com - Otoritas Etiopia mengumumkan bakal mengirimkan kotak hitam dari pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopia Airlines yang jatuh akhir pekan lalu ke Eropa untuk dianalisis.

Keputusan mengirim kotak hitam ke Eropa tersebut diambil di tengah desakan untuk segera memberikan jawaban terkait penyebab kecelakaan, serta masalah keamanan pesawat Boeing 737 MAX 8.

Juru bicara Ethiopian Airlines, Asrat Begashaw, mengatakan bahwa perusahaan belum memutuskan negara mana yang akan memeriksa perekam suara kokpit dan data penerbangan dari penerbangan ET 302.

"Kami akan mengirimkannya (kotak hitam) ke Eropa, tetapi untuk negara yang ditunjuk belum ditentukan," kata Asrat kepada AFP, Rabu (13/3/2019).

Baca juga: Kedua Kotak Hitam Ethiopian Airlines Ditemukan

Juru bicara lainnya, Biniyam Demssie mengatakan, keputusan mengirim kotak hitam ke negara lain lantaran Etiopia tidak memiliki peralatan untuk membaca data dari perangkat tersebut, yang diharapkan dapat memberi informasi penting terkait insiden, terutama penyebab jatuhnya pesawat.

Penerbangan ET-302 Ethiopian Airlines dari Addis Ababa tujuan Nairobi yang menggunakan pesawat tipe Boeing 737 MAX 8 jatuh tak lama setelah lepas landas, Minggu (10/3/2019). Seluruh 157 penumpang, termasuk kru maskapai dilaporkan tewas.

Kecelakaan itu menjadi insiden penerbangan fatal kedua yang melibatkan pesawat Boeing 737 MAX 8 dalam enam bulan terakhir, setelah sebelumnya pesawat milik maskapai Indonesia, Lion Air yang membawa 189 orang jatuh pada Oktober lalu.

Terlebih disebutkan ada kesamaan dalam kedua insiden yang berselang kurang dari enam bulan itu.

Kondisi tersebut mendesak Boeing, perusahaan produsen pesawat yang berbasis di AS untuk segera memberikan jawaban dan memastikan bahwa pesawat mereka aman.

Sementara menunggu kepastian jawaban, puluhan negara dan maskapai penerbangan telah memerintahkan untuk menghentikan pengoperasian pesawat Boeing 737 MAX 8.

Baca juga: Puluhan Negara Ramai-ramai Cekal Boeing 737 MAX, Ini Daftarnya

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X