Presiden Erdogan: PM Israel adalah Tiran yang Bantai Bocah Palestina

Kompas.com - 13/03/2019, 20:20 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. AFP/RONEN ZVULUN, OZAN KOSEPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terlibat perang komentar pada pekan ini.

Ketegangan itu terjadi setelah Netanyahu menyebut Israel sebagai negara bangsa Yahudi berdasarkan peraturan kebangsaan dasar yang sudah disahkan.

Baca juga: Bela Minoritas Arab-Israel, Wonder Woman Berseteru dengan PM Netanyahu

Pernyataan itu memantik reaksi dari juru bicara pemerintahan Turki Ibrahim Kalin. "Saya dengan keras mengecam diskriminasi dan rasisme yang menyolok ini," ujarnya.


Diwartakan AFP via Channel News Asia Rabu (13/3/2019), Netanyahu langsung bereaksi dengan mengatakan Erdogan merupakan seorang diktator.

"Si diktator Turki Erdogan menyerang demokrasi Israel, sementara di negaranya sendiri jurnalis dan hakim dipenjara. Benar-benar lelucon!" sindir Netanyahu.

Dalam pidato di hadapan pendukunya dikutip AFP, Erdogan yang menganggap diri terdepan perjuangan Palestina balik menuding Netanyahu sebagai tiran.

"Hei Netanyahu, jaga ucapanmu. Engkau adalah tiran yang membantai bocah Palestina berusia tujuh tahun," ujar presiden berusia 65 tahun tersebut.

Adapun Kalin dalam kicauannya di Twitter menuturkan Netanyahu menyerang Erdogan karena sang presiden sudah membuka "kedok" PM dari Partai Likud itu.

Kalin berkata negara apartheid Israel telah menduduki tanah Palestina, membunuh perempuan serta anak-anak dan memenjarakan rakyat Palestina.

"Kebohongan maupun tekanan yang engkau (Netanyahu) layangkan tidak akan menyembunyikan kejahatan yang sudah diperbuat," tegas Kalin.

Kedua negara mengakhiri ketegangan mereka pada 2016 yang dipicu penyerbuan militer Israel di perairan internasional yang menewaskan 10 aktivis Turki.

Adapun pernyataan Netanyahu soal negara-bangsa Yahudi menuai kritikan baik dari rival politik hingga aktirs Hollywood Gal Gadot.

Baca juga: Komentar Netanyahu soal Holocaust Bikin PM Polandia Batal ke Israel

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X