China Siap Bantu Venezuela Atasi Krisis Listrik Akibat Pemadaman Massal

Kompas.com - 13/03/2019, 20:19 WIB
Warga mengantre di luar sebuah toko roti di Caracas, Venezuela, pada Minggu (10/3/2019),  saat pemadaman listrik besar-besaran memasuki hari ketiga di negara itu. (AFP/Cristian Hernandez) Warga mengantre di luar sebuah toko roti di Caracas, Venezuela, pada Minggu (10/3/2019), saat pemadaman listrik besar-besaran memasuki hari ketiga di negara itu. (AFP/Cristian Hernandez)

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China menawarkan bantuan kepada Venezuela yang kini tengah menghadapi krisis listrik akibat pemadaman yang telah berlangsung selama beberapa hari.

Pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah negara bagian Venezuela sejak akhir pekan lalu dan telah berlangsung selama beberapa hari terakhir, menyebabkan sejumlah toko, pusat bisnis, sekolah, hingga hotel tutup.

Layanan telekomunikasi turut terganggu dan tidak ada penerbangan di bandara Venezuela. Pasokan air sebagai sumber kehidupan utama juga terganggu.

Rumah sakit turut terdampak krisis listrik, menyebabkan layanan kesehatan mengalami gangguan, terutama untuk menangani pasien kronis.


Presiden Nicolas Maduro pun sempat menuding pihak AS sebagai penyebab terjadinya pemadaman listrik massal yang melumpuhkan Venezuela.

Baca juga: Pemimpin Oposisi Venezuela Berjanji Gulingkan Maduro Secepatnya

Sementara, Beijing, yang merupakan satu dari sedikit pemerintahan yang mendukung Maduro, mengharapkan agar krisis listrik di Venezuela dapat segera berlalu.

"China mengharapkan Venezuela dapat cepat menemukan penyebab dari permasalahan ini dan dapat segera memulihkan sumber energi dan tatanan sosial," kata juru bicara kementerian luar negeri China, Lu Kang, Rabu (13/3/2019).

"China bersedia menawarkan bantuan dan dukungan teknis kepada Venezuela untuk dapat memulihkan sistem tenaga," tambahnya, dikutip AFP.

Pasokan listrik di sejumlah wilayah di Venezuela telah mulai pulih, namun masih belum stabil dan kerap kembali padam.

Lu mengatakan, China juga memperhatikan laporan dugaan adanya serangan siber di balik terjadinya pemadaman listrik, namun menolak untuk secara langsung menyalahkan AS.

"Saya khawatir hal itu hanya dapat diklarifikasi dan dijelaskan oleh pihak yang dituduh oleh Presiden Maduro," kata Lu.

Maduro sebelumnya telah meminta kepada China dan Rusia, serta PBB, untuk membantu dalam penyelidikan dugaan serangan siber oleh AS terkait insiden pemadaman listrik massal di Venezuela.

Baca juga: Listrik Padam Berhari-hari, Kehidupan Rakyat Venezuela bak Abad Pertengahan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X