Korban Dianggap Terlalu Jelek, Pengadilan Italia Batalkan Dakwaan Pemerkosaan

Kompas.com - 13/03/2019, 16:47 WIB
Ilustrasi pengadilan. ThinkstockIlustrasi pengadilan.

ANCONA, KOMPAS.com - Sebanyak 200 orang dilaporkan menggelar protes di pengadilan kota pesisir timur Ancona, Italia, setelah dua pria dibebaskan dari kasus pemerkosaan.

Dalam majelis beranggotakan tiga hakim perempuan, dakwaan pemerkosaan terhadap dua pria itu terjadi setelah korban dianggap "tidak menarik".

Baca juga: Terapis Go-Massage Diduga Diperkosa di Bandung, 3 Orang Diperiksa

Dilansir The Independent Selasa (12/3/2019), perempuan asal Peru berusia 22 tahun yang tak disebutkan identitasnya itu diperkosa pada 2015.

Kemudian satu tahun berselang, dua pelaku itu dinyatakan bersalah. Namun pada 2017, Pengadilan Banding Ancona membatalkan putusan tersebut.

Dalam pertimbangan hakim sebagaimana dilaporkan ANSA, kasus pemerkosaan itu dianggap tidak kredibel karena korban "terlalu maskulin".

Majelis hakim mendasarkan putusan mereka atas foto perempuan itu dan data nomor telepon yang disimpan di ponsel terdakwa dengan nama "Viking".

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena korban dianggap berpenampilan seperti pria, maka hakim menganggap dia tidak menarik untuk diperkosa, dengan kasus itu pun digugurkan.

Kasus itu menarik perhatian ketika Mahkamah Agung Italia, dikutip Euronews, memutuskan membatalkan putusan banding itu pada Jumat pekan lalu (8/3/2019).

MA Italia memerintahkan supaya kembali digelar persidangan yang bakal dihelat di Perugia. Kuasa hukum korban Clinzia Molinaro pun angkat bicara.

"Sangat menjijikkan membaca putusannya. Petimbangan hakim adalah dia terlalu jelek. Mereka bahkan tidak menyukai klien saya," keluh Molinaro.

Juru bicara Rebel Network yang mengorganisasi aksi protes Luisa Rizztelli berujar, putusan dari pengadilan banding sangatlah kuno dan memalukan.

"Mendapatkan 200 orang untuk protes adalah keajaiban di Italia. Ini menunjukkan sentivitas akan isu itu masihlah kuat," beber Rizztelli.

Baca juga: Seekor Anjing Polisi Gagalkan Upaya Pemerkosaan di Irak



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X