Fakta Pembebasan Siti Aisyah dari Jerat Hukuman Mati di Malaysia

Kompas.com - 13/03/2019, 12:57 WIB
Siti Aisyah bersiap memberikan keterangan setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (11/3/2019). Siti Aisyah kembali ke Indonesia setelah dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia karena jaksa mencabut dakwaan terhadap Aisyah terkait kasus dugaan pembunuhan Kim Jong-Nam . ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama. WAHYU PUTRO ASiti Aisyah bersiap memberikan keterangan setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (11/3/2019). Siti Aisyah kembali ke Indonesia setelah dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia karena jaksa mencabut dakwaan terhadap Aisyah terkait kasus dugaan pembunuhan Kim Jong-Nam . ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama.

KOMPAS.com – Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat dituduh terlibat dalam kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Malaysia, Siti Aisyah, akhirnya dibebaskan pengadilan di Malaysia.

Saat ini, Siti Aisyah telah kembali ke keluarganya di Indonesia. Bahkan, Siti juga sempat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada Selasa (12/3/2019).

Kasus Siti Aisyah terjadi pada awal 2017 hingga dia dibebaskan pada awal 2019. Bagaimana fakta terkait pembebasan Siti Aisyah?

Tuduhan

Siti Aisyah dituduh melakukan pembunuhan terhadap saudara tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Jong Nam, pada 13 Februari 2017 di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia.

Ia dituduh menggunakan racun saraf VX di wajah Kim Jong Nam.

Siti Aisyah tidak dituduh bergerak sendirian. Dia merupakan satu dari sejumlah orang yang juga diduga terlibat dalam pembunuhan ini.

Untuk kepentingan penyelidikan, bahkan pacar Siti Aisyah yang merupakan warga berkebangsaan Malaysia, Muhammad Farid bin Jalaluddin, ikut ditangkap.

Baca juga: Tak Berhenti di Siti Aisyah, Pemerintah Upayakan Bantu WNI yang Terjerat Kasus Hukum di Luar Negeri

Divonis tidak bersalah

Pada persidangan Senin (11/3/2019) kemarin di Pengadilan Tinggi Shah Alam, Siti dinyatakan tidak bersalah. Siti Aisyah bisa meninggalkan Malaysia karena sudah terbebas dari segala tuduhan.

Hakim menyetujui permintaan jaksa untuk membatalkan dakwaan pembunuhan.

Namun, jaksa Muhammad Iskandar Ahmad tidak menyebutkan alasannya terkait pembatalan dakwaan yang mereka usulkan.

Bukan bebas murni

Siti Aisyah memberikan keterangan setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (11/3/2019). Siti Aisyah kembali ke Indonesia setelah dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia karena jaksa mencabut dakwaan terhadap Aisyah terkait kasus dugaan pembunuhan Kim Jong-Nam . ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama.ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A Siti Aisyah memberikan keterangan setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (11/3/2019). Siti Aisyah kembali ke Indonesia setelah dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia karena jaksa mencabut dakwaan terhadap Aisyah terkait kasus dugaan pembunuhan Kim Jong-Nam . ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama.
Meskipun dinyatakan bebas dan boleh kembali ke Tanah Air, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebut Siti bukan berstatus bebas murni.

Menurut Yasonna, Siti terbebas karena kurangnya bukti yang mendukung tuduhan Siti terlibat membunuh Nam, sehingga kasusnya pun dihentikan.

Hal ini berbeda dengan bebas murni yang berasal dari putusan hakim. Bebas tidak murni, memungkinkan Siti kembali dipanggil jika ditemukan bukti baru dalam kasus yang pernah melibatkannya itu.

Baca juga: Menkumham: Siti Aisyah Tidak Bebas Murni

Tanggapan PM Malaysia

Pembebasan Siti Aisyah sempat menimbulkan polemik di Malaysia. Sebagian masyarakat menilai dibebaskannya Siti karena adanya tekanan diplomasi dari Pemerintah Indonesia terhadap Malaysia.

Namun, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyebut, pembebasan ini sudah sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku di negaranya.

Selebihnya, terkait alasan dan pertimbangan pembebasan, Mahathir mengaku tidak mengetahuinya. Begitu pun dengan negosiasi yang telah terjadi antara dua negara serumpun ini, Mahathir mengaku tidak mengetahuinya.

Sebelumnya, Kementerian Hukum dan HAM Indonesia mengirimkan surat kepada Jaksa Agung Malaysia, berisi pernyataan bahwa Siti Aisyah merupakan korban penipuan sehingga harus dibebaskan.

Baca juga: Yasonna Laoly Sebut Jaksa Agung Malaysia Gunakan Wewenangnya Cabut Tuntutan Siti Aisyah

Alasan pembebasan

Siti dibebaskan dari tuduhan, atas dasar tiga alasan yang dituliskan dalam surat dari Pemerintah Indonesia kepada Jaksa Agung Malaysia.

Pertama, Siti hanya tahu apa yang ia lakukan kepada Nam untuk kepentingan syuting sebuah acara televisi, tidak ada niat membunuh.

Kedua, Siti dikelabui dan tidak sadar telah diperalat oleh pihak Korea Utara. Diketahui, Nam adalah putra tertua dalam generasi keluarga penguasa Korea Utara. Namun, keberadaannya kerap disebut mengancam pemerintahan Kim Jong Un, saudara tirinya.

Ketiga, Siti tidak mendapatkan keuntungan dari apa yang ia lakukan.

Hasil kerja banyak pihak

Kebebasan yang didapatkan Siti tidak terlepas dari banyaknya upaya dan kerja sama yang dijalin oleh berbagai pihak di Indonesia maupun Malaysia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir menyebut, Presiden telah menginstruksikan untuk dilakukan koordinasi erat antara Menlu, Menteri Hukum dan HAM, Kapolri, Jaksa Agung dan Kepala BIN, sejak kasus ini mengemuka.

Menurut Jaksa Agung HM Prasetyo, Jaksa Agung RI telah menjalin diskusi dengan Jaksa Agung Malaysia hingga Ketua Pengadilan Umum Malaysia.

Selama menjalani persidangan, Siti juga didampingi oleh sejumlah jaksa senior untuk mengawasi pengacaranya di Malaysia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X