India dan Uni Eropa Susul Langkah Larangan Terbang Boeing 737 MAX

Kompas.com - 13/03/2019, 06:30 WIB
Sebuah pesawat milik maskapai penerbangan SpiceJet sedang bersiap di landas pacu bandara internasional New Delhi. AP PhotoSebuah pesawat milik maskapai penerbangan SpiceJet sedang bersiap di landas pacu bandara internasional New Delhi.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Kementerian Penerbangan Sipil India menyatakan telah menghentikan operasional seluruh armada Boeing 737 MAX.

"Pesawat-pesawat ini akan dikandangkan sampai modifikasi yang tepat dan langkah-langkah keselamatan dilakukan untuk memastikan operasional aman," tulis kementerian di Twitter, Selasa (12/3/2019).

"Kami melanjutkan untuk berkonsultasi secara dekat dengan regulator di seluruh dunia, maskapai dan produsen pesawat guna menjamin keselamatan penumpang," imbuhnya.

Baca juga: Pesawat Boeing 737 Max 8 di Indonesia Diperiksa Sesuai Standar Internasional


Diwartakan kantor berita AFP, India telah bergabung dengan belasan negara yang melarang penerbangan dengan pesawat Boeing 737 MAX 8 setelah jatuhnya Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3/2019).

Sementara pada Oktober 2018, pesawat tipe yang sama milik Lion Air juga jatuh di perairan Karawang dan menewaskan 189 orang.

Maskapai penerbangan India, SpiceJet, memiliki 13 unit pesawat Boeing 737 MAX 8.

Selain India, Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) memutuskan untuk menutup wilayah udara benua tersebut untuk pesawat Boeing 737 MAX.

"EASA telah memutuskan untuk menangguhkan semua operasional penerbangan dari dua model pesawat Boeing," demikian pernyataan badan itu.

Dua tipe pesawat yang dimaksud adalah Boeing 737 MAX 8 dan MAX 9.

Menurut EASA, penyebab pasti kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Lion Air belum diketahui penyebab pastinya.

"Sejak itu, kecelakaan fatal lainnya terjadi," ujar EASA.

"Pada tahap awal penyelidikan, tidak dapat dikecualikan bahwa penyebab yang sama mungkin telah berkontribusi pada kedua insiden tersebut," imbuhnya.

Baca juga: Sudah 11 Negara yang Larang Terbang Boeing 737 Max 8, Ini Daftarnya

Di negara lain, Turkish Airlines juga menangguhkan 12 uni pesawat MAX mulai Rabu (13/1/2019).

Maskapai Norwegia Air Shuttle, Eastar Jet di Korea Selatan dan Comair dari Afrika Selatan juga menghentikan penerbangan pesawat Boeing tipe itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turki 'Sandera' Sekitar 50 Senjata Nuklir AS yang Tersimpan di Pangkalan Udara Bersama

Turki "Sandera" Sekitar 50 Senjata Nuklir AS yang Tersimpan di Pangkalan Udara Bersama

Internasional
Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X