Insiden Jatuhnya Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines, Ini Kata Trump

Kompas.com - 12/03/2019, 23:26 WIB
Presiden AS Donald Trump ketika keluar dari pesawat Air Force setelah sampai di Bandara Noi Bai Hanoi, Vietnam, pada Selasa malam (26/2/2019). Trump bakal bertemu dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un pada 27-28 Februari nanti. AFP via Daily MailPresiden AS Donald Trump ketika keluar dari pesawat Air Force setelah sampai di Bandara Noi Bai Hanoi, Vietnam, pada Selasa malam (26/2/2019). Trump bakal bertemu dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un pada 27-28 Februari nanti.

WASHINGTON, KOMPAS.com — Insiden jatuhnya pesawat penumpang Boeing 737 MAX 8 milik maskapai Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang telah menyita perhatian dunia.

Sejumlah pemerintah negara dan maskapai penerbangan memutuskan untuk melarang pengoperasian dan memerintahkan untuk mengandangkan armada Boeing 737 MAX 8 mereka.

Lantas bagaimana komentar Presiden AS Donald Trump mengenai insiden penerbangan yang terjadi pada Minggu (10/3/2019) di Etiopia tersebut?

Melalui akun media sosial Twitter miliknya, Trump memiliki pendapat sendiri. Presiden berusia 72 tahun itu menilai pesawat di era modern saat ini terlalu rumit untuk diterbangkan oleh pilot.

Baca juga: Australia Larang Semua Varian Boeing 737 MAX Masuk ke Wilayahnya

"Pesawat terbang telah menjadi terlalu rumit untuk diterbangkan. Daripada seorang pilot, pesawat (modern) membutuhkan ilmuwan komputer dari MIT," tulis Trump, Selasa (12/3/2019).

"Saya sering menyaksikannya dalam banyak produk. Selalu mencari cara untuk selangkah lebih maju ketika terkadang yang tua dan sederhana justru lebih baik."

"Saya tidak tahu dengan Anda, tetapi saya tidak ingin Albert Einstein menjadi pilot saya. Saya menginginkan seorang penerbang profesional yang mampu dengan mudah dan cepat mengendalikan pesawat," kata Trump.

AS menjadi salah satu negara yang belum mengambil keputusan mengenai penggunaan pesawat Boeing 737 MAX 8 dalam penerbangannya, di saat banyak negara telah mengambil langkah untuk melarang pesawat jenis tersebut memasuki wilayah udara mereka.

Badan Penerbangan Federal AS hingga Selasa telah menegaskan untuk tidak membuat keputusan sampai benar-benar didapat bukti yang jelas dari kecelakaan pesawat tersebut.

"Belum ada perkembangan sejauh ini. Kami terus terlibat dalam penyelidikan kecelakaan dan akan membuat keputusan lebih lanjut berdasarkan bukti yang didapat," kata juru bicara FAA Lynn Lunsford kepada AFP.

Sementara pabrikan pesawat Boeing menegaskan telah mengirim para ahli untuk membantu penyelidikan di Etiopia. Mereka juga mengatakan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama.

"Investigasi masih dalam tahap awal, tetapi pada titik ini, berdasarkan informasi yang tersedia, kami tidak memiliki dasar untuk mengeluarkan pedoman baru kepada operator," kata Boeing dalam pernyataannya.

Baca juga: FAA Menegaskan Boeing 737 MAX 8 Layak Terbang

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Jepang Dikabarkan Terjangkit Virus Corona Selepas Berkunjung ke Indonesia

Pria Jepang Dikabarkan Terjangkit Virus Corona Selepas Berkunjung ke Indonesia

Internasional
Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Internasional
6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

Internasional
Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

Internasional
Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Internasional
Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X