AS Tarik Seluruh Staf Diplomatik dari Venezuela

Kompas.com - 12/03/2019, 14:38 WIB
Warga mengantre di luar sebuah toko roti di Caracas, Venezuela, pada Minggu (10/3/2019),  saat pemadaman listrik besar-besaran memasuki hari ketiga di negara itu. (AFP/Cristian Hernandez) Warga mengantre di luar sebuah toko roti di Caracas, Venezuela, pada Minggu (10/3/2019), saat pemadaman listrik besar-besaran memasuki hari ketiga di negara itu. (AFP/Cristian Hernandez)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat mengumumkan bakal menarik seluruh staf diplomatik yang tersisa di kedutaan besar mereka di Caracas, Venezuela.

Pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo itu terjadi di tengah krisis Venezuela yang semakin memburuk.

Presiden Donald Trump berkata dia mempertimbangkan semua opsi, termasuk intervensi militer guna menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Baca juga: Listrik Padam Berhari-hari, Kehidupan Rakyat Venezuela bak Abad Pertengahan

Sejauh ini dikutip AFP Selasa (12/3/2019), AS menjatuhkan sanksi untuk melumpuhkan penjualan minyak Bumi yang menjadi urat nadi ekonomi Venezuela.

Langkah itu diperparah dengan mati lampu di sejumlah daerah Venezuela, di mana pemerintah menyalahkan AS sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.

Negeri kaya minyak di Amerika Selatan itu dilanda krisis ekonomi akut yang membuat pemimpin oposisi Juan Guaido bangkit dan melakukan perlawanan.

Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara pada akhir Januari lalu, dengan 50 negara di dunia termasuk AS memberikan pengakuan.

Dalam kicauannya di Twitter, Pompeo menjelaskan langkah menarik seluruh staf kedubes merupakan respon atas semakin memburuknya situasi di Venezuela.

"Selain itu, kami menyimpulkan keberadaan staf diplomatik di Venezuela menjadi kendala bagi kebijakan AS sendiri," tutur Pompeo kembali.

Pada 24 Januari, Kementerian Luar Negeri memerintahkan seluruh pegawai non-darurat pemerintah meninggalkan Venezuela, dan meminta warga AS yang tinggal untuk melakukan langkah serupa.

Pada awal Senin (11/3/2019), Pompeo juga menyanggah tudingan Maduro bahwa AS bertanggung jawab atas matinya listrik, dan menyinggung Kuba dan Rusia yang mendukung Maduro.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X