Bayi Shamima Meninggal di Kamp Pengungsian, Ini Kata Mendagri Inggris

Kompas.com - 12/03/2019, 13:57 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid melontarkan pembelaan setelah dia dikecam atas kematian bayi Shamima Begum.

Shamima, remaja asal London Utara, bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada 2015, dan memohon kembali ke Inggris empat tahun kemudian.

Remaja berusia 19 tahun itu mengaku ingin kembali guna merawat bayi yang baru dilahirkannya di kamp pengungsi al-Hawl Februari lalu.

Baca juga: Menlu Inggris Sebut Misi Selamatkan Bayi Shamima di Suriah Berbahaya

Namun, Javid memutuskan mencabut kewarganegaraan Shamima karena dianggap sebagai ancaman. Beberapa pekan kemudian, putra Shamima meninggal dunia.

Anak ketiga yang diberi nama Jarrah itu dikuburkan Shamima di kamp pekan lalu setelah dilaporkan menderita infeksi pada paru-paru.

Dua anak lain Shamima yang masing-masing berusia 19 bulan dan sembilan bulan meninggal akibat malnutrisi dan penyakit pada November 2018 dan Januari lalu.

Dilansir The Telegraph Senin (11/3/2019), Javid menolak argumen baik dari Partai Konservatif maupun Buruh bahwa pemerintah seharusnya bisa menyelamatkan bayi Shamima.

Sebab berbeda dengan ibunya yang sudah dicabut kewarganegaraannya, bayi Shamima masih mendapatkan status sebagai warga negara Inggris.

"Tidak ada yang boleh membuat penilaian tentang apa yang bisa ditimbulkan dari ancaman teroris hanya berdasarkan gendernya," tegas Javid di hadapan Majelis Rendah Parlemen.

Javid bersikeras tidak mungkin pejabat Inggris bisa memberikan bantuan kepada bayi Shamima karena kurangnya layanan konsuler di Suriah.

Padahal, sejumlah anggota parlemen menitikberatkan jurnalis, paramedis, hingga bantuan kemanusiaan bisa lalu lalang di kamp itu setiap harinya.

Mendagri berusia 49 tahun tersebut menjelaskan, kematian anak-anak Inggris dari orangtua yang notabene anggota ekstremis merupakan tragedi.

"Namun, yang bertanggung jawab atas kematian anak-anak itu jelas orangtua yang bersangkutan," tutur Javid seraya berjanji dia bakal meninjau hukum pengkhianatan yang dianggap memberatkan.

Baca juga: Menteri Inggris Dikecam atas Kematian Putra Shamima di Suriah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.