Hari Ini dalam Sejarah, Kali Pertama Coca-Cola Dijual dalam Botol

Kompas.com - 12/03/2019, 11:23 WIB
Museum Coca-Cola Biedenhard RoadtrippersMuseum Coca-Cola Biedenhard

Restu Coca-Cola

Setelah perjalanan panjang dan negosisasi, akhirnya Coca-Cola mau menerima ide Biedenharn terkait penjualan dalam botol. Kedua pihak lalu mengadakan perjanjian terkait pembotolan.

Dua pengacara muda dari Chattanooga, Tennessee, percaya mereka bisa membangun bisnis untuk pembotolan Coca-Cola. Dalam pertemuan perjanjian, Biedenharn mendapatkan hak untuk membuat botol untuk mendukung pendistribusian Coca-Cola.

Pada awal 1900-an, Biedenharm memutuskan untuk menggunakan botol lurus agar tak menodai rasa minuman. Warna kaca bervariasi antara bening, aqua, biru, hijau, dan kuning.

Tak hanya Biedenharn saja, Coca-Cola juga memberikan beberapa perusahaan lokal lain dalam hak pembotolan ini. Upaya ini mendorong kemajuan besar dalam teknologi pembotolan, yang meningkatkan efisiensi dan kualitas produk.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: John Pemberton, Penemu Minuman Coca-Cola

Pada 1909, hampir 400 pabrik pembotolan Coca-Cola beroperasi, kebanyakan dari mereka adalah bisnis milik keluarga. Beberapa terbuka hanya selama musim panas ketika permintaan tinggi.

Memasuki 1920-an, lebih dari 1.000 pembotolan Coca-Cola beroperasi di AS. Akhirnya pada 1930-an, perusahaan memulai dorongan besar untuk membangun operasi pembotolan di luar AS. Pabrik dibuka di Perancis, Guatemala, Honduras, Meksiko, Belgia, Italia, Peru, Spanyol, Australia, dan Afrika Selatan.

Pada saat Perang Dunia II dimulai, Coca-Cola sedang dikemas dalam botol di 44 negara dan berkembang menjadi 64 pabrik pembotolan setelah Perang Dunia II usai.

Joseph Biedenharn tidak hanya merevolusi industri soda tetapi juga membantu meluncurkan Coca-Cola di seluruh dunia yang masih ada sampai sekarang.

Kini, berbagai kisahnya tergambar jelas di Museum Coca-Cola Biedenharn di Vicksburg. Museum ini menampilkan banyak iklan Coca-Cola yang menarik, peralatan yang digunakan untuk membotolkan minuman hingga cerita Coca-Cola.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X