Kompas.com - 12/03/2019, 09:18 WIB

BEIRUT, KOMPAS.com - Lembaga PBB untuk anak-anak, UNICEF, mengimbau agar anak-anak anggota ISIS tidak diperlakukan sebagai teroris.

Direktur Regional UNICEF Geert Cappelaere menyatakan, nasib anak-anak dan keluarganya yang melarikan diri dari benteng terakhir ISIS tidak boleh diabaikan.

"Pesannya, anak-anak yang tidak diinginkan ini tumbuh semakin," katanya di Beirut, Lebanon, seperti dikutip dari AFP.

Baca juga: Inggris Kembali Cabut Kewarganegaraan Dua Perempuan Pengantin ISIS

Menurut UNICEF, ada sekitar 3.000 anak-anak yang dilahirkan oleh orangtua warga asing yang saat ini menempati kamp Al-Hol.

Mereka mendominasi gelombang besar orang yang keluar dari sisa-sisa "kekhalifahan" ISIS dalam beberapa pekan terakhir.

Mereka berasal dari setidaknya 43 negara yang berbeda, dan banyak yang enggan untuk menangani kemungkinan pemulangan anak-anak itu.

Bahkan ada lebih banyak anak-anak Suriah dan Irak yang telantar sehubungan dengan ISIS. Mereka yang telah menyatu dengan masyarakat menjadi tantangan dengan sedikit perhatian.

"Ini merupakan situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan melihat kembali pada genosida Rwanda di pertengahan 1990-an," ujarnya.

"Anak-anak sebagian besar telah berhasil diintegrasikan ke dalam masyarakat Rwamda," imbuhnya.

Cappelaere mengatakan upaya seperti itu perlu dilakukan di Suriah dan Irak.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.