Boeing 737 MAX 8 "Dikandangkan", Produsen Pesawat China Bisa Mujur?

Kompas.com - 12/03/2019, 08:20 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

SHANGHAIKOMPAS.com — Menanggapi kecelakaan kedua yang melibatkan pesawat Boeing 737 MAX 8 dalam waktu kurang dari lima bulan, China dan Indonesia memerintahkan penghentian sementara pengoperasian pesawat itu.

Administrasi Penerbangan Sipil China mengumumkan keputusan itu pada Senin (11/3/2019) pagi. Menyusul sekitar 9 jam kemudian, Indonesia mengambil tindakan serupa.

Baca juga: Maskapai China untuk Sementara Dilarang Terbangkan Boeing 737 Max 8

Laporan New York Times menyebutkan, maskapai penerbangan China dan Indonesia berada dalam barisan pengguna terbesar produk Boeing baru itu.


Lalu, bagaimana dampak dari keputusan larangan penerbangan dengan Boeing 737 MAX 8?

Sektor penerbangan China dapat mengambil manfaat dari tragedi jatuhnya pesawat buatan perusahaan AS itu.

Pasalnya, perusahaan milik pemerintah yang berbasis di Shanghai telah mulai melakukan uji terbang terhadap pesawat buatan China sebagai alternatif dari Boeing 737.

Produsen pesawat Commercial Aircraft Corporation of China memproduksi alternatif itu yang bernama Comac C919, sebuah upaya China untuk membangun pesaing penerbangan komersial melawan Boeing dan Airbus.

C919 memang menarik ratusan pesanan dari maskapai lokal dan mulai dijadwalkan mengirim pesawat mulai 2021.

Di sisi lain, perusahaan kesulitan menemukan pembeli di luar negeri, kecuali beberapa dari maskapai kecil di negara miskin yang bergantung pada bantuan China.

Pesawat COMAC C919 buatan China saat di-roll-out pada Maret 2016 lalu.Airways Magazine Pesawat COMAC C919 buatan China saat di-roll-out pada Maret 2016 lalu.

Meski demikian, keputusan China untuk menghentikan pengoperasian 737 MAX 8 akan berpengaruh signifikan terhadap perusahaan Boeing.

"Penangguhan di China sangat signifikan karena ini merupakan pasar utama bagi Boeing," kata Greg Waldron dari perusahaan riset penerbangan Flight Global seperti dikutip dari CNN.

Boeing telah memperkirakan China akan segera menjadi pasar yang dapat meraup triliunan dollar untuk pesawat itu.

Perusahaan itu memprediksi China akan membutuhkan 7.690 pesawat untuk memenuhi layanan penerbangan.

Kini, total 96 pesawat Boeing 737 terbaru dilarang terbang sementara di "Negeri Tirai Bambu".

Baca juga: Regulator Penerbangan AS Tolak Hentikan Operasional Boeing 737 MAX 8

Bloomberg melaporkan, 737 MAX merupakan versi terbaru dari jenis pesawat produksi Boeing yang terpenting, sebuah tipe "keluarga" pesawat yang menghasilkan sepertiga dari laba operasi perusahaan.

Armada berbadan sempit ini menjadi tulang punggung dari banyak pesawat yang dioperasikan maskapai penerbangan global.

Namun, saham Boeing telah menukik tajam, dengan penurunan terbesar sejak 17 September 2001, hari pertama pasar saham setelah serangan 9/11.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X