Kompas.com - 12/03/2019, 07:32 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Regulator penerbangan sipil AS atau Federal Aviation Administration (FAA) menolak untuk memerintahkan maskapai menghentikan operasional Boeing 737 MAX 8.

Diwartakan CNN, Senin (11/3/2019), FAA menyatakan para penyelidik belum menentukan penyebab jatuhnya pesawat yang dioperasikan Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3/2019) pagi dan Lion Air pada Oktober 2018.

"Laporan eksternal menyebutkan kesamaan antara kecelakaan ini (Ethiopian Airlines) dan Lion Air JT 610 pada 29 Oktober 2018," demikian bunyi pernyataan FAA.

Baca juga: Maskapai Apa Saja yang Masih Terbangkan Boeing 737 MAX 8?

"Namun, penyelidikan baru saja di mulai dan sampai saat ini kami belum diberi data untuk menarik kesimpulan atau mengambil tindakan apa pun," imbuhnya.

Meski demikian, FAA akan meminta Boeing untuk melakukan perubahan desain pada pesawat pada bulan depan sebagai respons atas insiden Lion Air.

Melansir kantor berita AFP, FAA meminta Boeing untuk memodifikasi 737 MAX 8 termasuk perangkat lunak anti-stalling dan perbaruan siste manuver selambat-lambatnya pada April.

Boeing juga akan memperbarui persyaratan pelatihan dan manual awak pesawat terkait perubahan tersebut.

"FAA terus mengukur dan mengawasi kinerja keselamatan pesawat komersial AS," kata otoritas itu.

"Jika kami mengidentifikasi adanya masalah yang memengaruhi keselamatan, FAA akan mengambil tindakan segera dan tepat," lanjutnya.

FAA juga akan berbagi informasi keselamatan mengenai Boeing 737 MAX 8 kepada otoritas penerbangan sipil negara lainnya.

Tim FAA saat ini berada di Etiopia untuk berpartisipasi dalam penyelidikan kecelakaan bersama Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS.

Baca juga: Pesawat Ethiopian Airlines Keluarkan Asap dan Suara Aneh Sebelum Jatuh

Hingga kini, penyebab kecelakaan masih belum diketahui. Tapi maskapai menyatakan kotak hitam telah ditemukan untuk diselidiki lebih lanjut.

Menyusul kecelakaan Lion Air, para penyelidiki menyebutkan pilot kesulitan dengan sistem otomatis yang dirancang untuk menjaga pesawat agar tidak kehilangan daya angkat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber CNN,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.