Bela Minoritas Arab-Israel, Wonder Woman Berseteru dengan PM Netanyahu

Kompas.com - 12/03/2019, 07:28 WIB
Pemeran karakter Wonder Woman, Gal Gadot.KEVIN WINTER / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP Pemeran karakter Wonder Woman, Gal Gadot.

TEL AVIV, KOMPAS.com — Pemeran karakter Wonder Woman, Gal Gadot, kini terlibat perseteruan dengan PM Israel Benyamin Netanyahu terkait status warga minoritas keturunan Arab.

"Cintai tetanggamu seperti kamu mencintai dirimu sendiri," ujar sang aktris di tengah peran partai politik Arab dalam pemilu mendatang.

Perdebatan ini dimulai setelah Netanyahu mengatakan, Israel bukan negara untuk semua warganya, merujuk kepada 20 persen warga keturunan Arab.

Baca juga: Wonder Woman Terancam Dilarang Tayang di Lebanon, Mengapa?


Dia kemudian mengutip undang-undang "negara bangsa" yang memicu kontroversi setelah diberlakukan tahun lalu.

Pada Juli tahun lalu, para anggota legislatif keturunan Arab menentang pengesahan undang-undang itu.

Sebab, dalam undang-undang itu tertulis bangsa Yahudi memiliki hak unik sebagai cara untuk menentukan nasib sendiri dan menempatkan bahasa Ibrani di atas bahasa Arab sebagai bahasa resmi.

Perseteruan antara "Wonder Woman" dan Netanyahu ini dimulai akhir pekan lalu saat Gadot dan presenter TV Rotem Sala mempertanyakan komentar Menteri Kebudayaan Miri Regev.

Dalam wawancara televisi itu, Regev membicarakan peran partai-partai politik Arab dalam pemilu yang akan digelar 9 April mendatang.

Regev mengulangi peringatan yang disampaikan pemimpin partai sayap kanan Likud untuk tidak memilih partai pesaing Likud.

Alasannya, jika mereka dipilih kemungkinan besar akan meraih cukup suara untuk berkoalisi untuk membentuk pemerintahan dan mendudukkan para politisi keturunan Arab di parlemen.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pemilik Serang Mobil Turis, Restoran di Albania Diratakan Pakai Buldoser

Pemilik Serang Mobil Turis, Restoran di Albania Diratakan Pakai Buldoser

Internasional
Trump Batal Berkunjung karena Greenland, PM Denmark Marah

Trump Batal Berkunjung karena Greenland, PM Denmark Marah

Internasional
Kereta Peluru di Jepang Melaju 280 Km Per Jam dengan Pintu Terbuka

Kereta Peluru di Jepang Melaju 280 Km Per Jam dengan Pintu Terbuka

Internasional
Lebih dari 100 Anggota Polis Diraja Malaysia Positif Narkoba

Lebih dari 100 Anggota Polis Diraja Malaysia Positif Narkoba

Internasional
Trump Berniat Beli Greenland, Politisi Denmark: Ada Wilayah AS yang Bisa Dijual?

Trump Berniat Beli Greenland, Politisi Denmark: Ada Wilayah AS yang Bisa Dijual?

Internasional
Batal Berkunjung Gara-gara Greenland, Trump Dianggap Hina Ratu Denmark

Batal Berkunjung Gara-gara Greenland, Trump Dianggap Hina Ratu Denmark

Internasional
Jalani Operasi Pembesaran Payudara secara Diam-diam, Ibu Muda Ini Justru Meninggal

Jalani Operasi Pembesaran Payudara secara Diam-diam, Ibu Muda Ini Justru Meninggal

Internasional
Video Ungkap Detik-detik Pesawat Jatuh ke Laut

Video Ungkap Detik-detik Pesawat Jatuh ke Laut

Internasional
Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Jadi Sebab Pembatalan Kunjungan Trump ke Denmark, Ini 5 Fakta Greenland yang Perlu Diketahui

Internasional
Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Serang Pemiliknya, 3 Ekor Singa Afrika Terpaksa Ditembak Mati

Internasional
Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Trump Batalkan Kunjungan karena Isu Greenland, Denmark Kaget

Internasional
Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Yunani Mengaku Tak Ada Permintaan Berlabuh dari Kapal Tanker Iran

Internasional
Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Intelijen AS Sebut ISIS Masih Punya 18.000 Tentara dan Dana Perang Rp 5,7 Triliun

Internasional
AS Hendak Jual Jet Tempur F-16 Terbaru ke Taiwan, China Ancam Berikan Sanksi

AS Hendak Jual Jet Tempur F-16 Terbaru ke Taiwan, China Ancam Berikan Sanksi

Internasional
Greenland Tak Dijual, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Greenland Tak Dijual, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X