Tak Menyerah, Trump Minta Anggaran Lebih Besar untuk Tembok Perbatasan

Kompas.com - 11/03/2019, 13:30 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pidato kenegaraan atau State of the Union di US Capitol, Washington DC, pada Selasa (5/2/2019). (AFP/Doug Mills)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pidato kenegaraan atau State of the Union di US Capitol, Washington DC, pada Selasa (5/2/2019). (AFP/Doug Mills)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak menyerah untuk merealisasikan janjinya membangun tembok perbatasan, yang sempat memicu ketegangan dengan Kongres.

Melansir dari kantor berita AFP, Senin (11/3/2019), Trump kembali mengajukan anggaran yang lebih besar dari yang dimintanya tahun lalu untuk tembok tersebut.

Dalam rencana anggaran pemerintah 2020, suami Melania Trump itu meminta 8,6 miliar dollar AS atau sekitar 122,8 triliun, meningkat dari sebelumnya yaitu 5,7 miliar dollar.

Baca juga: Gugatan Kesepakatan Tutup Mulut Aktris Porno Ini kepada Trump Ditolak

Pimpinan Kongres dari Partai Demokrat Nancy Pelosi dan Chuck Schumer mengecam pengajuan Trump. Dia memperingatkan, Trump akan menantikan kekalahan legislatif selanjutnya.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengakui, pengajuan itu kemungkinan akan menjadi ajang pertarungan baru di Kongres.

"Saya rasa akan ada," katanya kepada Fox News Sunday.

Tetapi Kudlow mengatakan, Trump akan tetap bertahan dengan keyakinannya membangun tembok perbatasan.

"Dia akan tetap dengan keamanan perbatasannya. Saya pikir itu penting," ujarnya.

Namun dengan Partai Demokrat yang kini menguasai DPR, permintaan anggaran tembok perbatasan oleh Trump tetap akan menghadapi perlawanan.

Dalam pernyataan bersama, pimpinan Partai Demokrat di Kongres Nancy Pelosi dan Schuck Schumer menuding Trump telah melukai jutaan rakyat AS dan menyebabkan kekacauan yang meluas karena tembok perbatasan.

"Kongres menolak untuk mendanai tembok dan dia terpaksa mengaku kekalahan serta membuka kembali pemerintahan," kata mereka.

"Hal yang sama akan terulang jika dia mencoba lagi. Kami berharap dia belajar dari situ," ucapnya.

Baca juga: Ejekan Trump untuk Hillary Clinton yang Tak Maju Pilpres...

The Washington Post melaporkan, permintaan presiden untuk pendanaan tembok perbatasan berasal dari anggaran dua pos kementerian.

Kementerian Keamanan Dalam Negeri sebesar 5 miliar dollar AS dan 3,6 miliar dollar AS dari Kementerian Pertahanan alias Pentagon.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Inilah 7 Fakta Menarik Ketegangan AS dan Iran

Internasional
Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Korut Peringatkan Seoul Tak Campur Tangan Pembicaraan dengan AS

Internasional
Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Ayah dan Anak Migran Tewas Tenggelam, Trump Salahkan Demokrat

Internasional
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Internasional
Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Gunung Ulawun di Papua Nugini Muntahkan Lava, 5.000 Orang Dievakuasi

Internasional
Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Antara Trump dan Kim Jong Un Sudah Saling Bertukar 12 Surat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Hari Ini dalam Sejarah: Perjalanan Keliling Dunia Melalui Lautan Seorang Diri

Internasional
Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Seorang Mahasiswa asal Australia Dikhawatirkan Ditahan di Korea Utara

Internasional
'Candy Bomber', Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

"Candy Bomber", Saat AS Berupaya Menarik Hati Warga Jerman akibat Blokade Uni Soviet

Internasional
Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Pemerintah Venezuela Klaim Gagalkan Upaya Pembunuhan Presiden Maduro

Internasional
Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Ditanya Rencana Pembicaraan dengan Putin, Trump: Bukan Urusan Anda

Internasional
Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Pangeran William Mengaku Tak Keberatan Jika Anaknya Menjadi Gay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Joanna Paldini Diburu ISIS | Anak-anak Dimasukkan Plastik untuk ke Sekolah

Internasional
Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Internasional
2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

2020, Negara Bagian Australia Ini Larang Ponsel di Sekolah Negeri

Internasional

Close Ads X