Kompas.com - 09/03/2019, 19:44 WIB
Ilustrasi keputusan persidangan. SHUTTERSTOCKIlustrasi keputusan persidangan.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Pengadilan Malaysia telah menjatuhkan hukuman penjara lebih dari 10 tahun setelah dinyatakan bersalah atas penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad di media sosial.

Hukuman tersebut diyakini sebagai yang terberat yang pernah tercatat di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu.

Tidak dijelaskan pelanggaran yang dilakukan oleh terdakwa maupun rincian kasus yang menjeratnya.

Inspektur Jenderal Polisi Malaysia, Mohamad Fuzi Harun mengatakan dalam sebuah pernyataan, terdakwa, yang tidak diungkapkan identitasnya, telah mengaku bersalah atas 10 dakwaan penyalahgunaan jaringan komunikasi.

Baca juga: Dituduh Menghina Islam, Penyanyi Rap Malaysia Ditahan

Pelanggaran itu membawa ancaman hukuman maksimal satu tahun penjara dan atau denda hingga 50.000 ringgit (sekitar Rp 171 juta).

"Terdakwa mengaku bersalah atas 10 dakwaan dan hukuman akan dijatuhkan secara berurutan," kata Mohamad Fuzi, dikutip Channel News Asia, Sabtu (9/3/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain seorang pria Malaysia yang telah dijatuhi hukuman, seorang terdakwa lain juga mengaku bersalah atas pelanggaran yang sama dan akan menjalani sidang pembacaan hukuman pada awal pekan depan.

Sementara dua orang lainnya mengaku tidak bersalah atas dakwaan serupa dan kini ditahan tanpa jaminan.

Keempat terdakwa tersebut dituntut di bawah hukum yang mengatur pelanggaran untuk tindakan penyebab ketidakharmonisan ras, menghasut, dan menyalahgunakan jaringan komunikasi.

"Polisi menyarankan kepada masyarakat agar tidak menyalahgunakan media sosial maupun jaringan komunikasi lainnya dengan mengunggah atau membagikan segala bentuk provokasi yang dapat mengusik sensitivitas agama atau ras, yang berpotensi menyebabkan ketegangan rasial dalam komunitas yang beragam," pesan Mohamad Fuzi.

Baca juga: Dianggap Menghina Islam, 3 Remaja Koptik Mesir Dihukum Penjara

Sebelumnya, Kamis (7/3/2019), Menteri Urusan Keagamaan Mujahid Yusof Rawa mengatakan, Departemen Urusan Islam telah membentuk unit yang akan memantau tulisan dan komunikasi yang menghina agama Islam.

Dia menambahkan, kementerian tidak akan berkompromi terhadap segala tindakan yang dinilai menghina agama dan menyerukan hukuman terhadap mereka yang terbukti bersalah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X