Korut Disebut sedang Persiapkan Peluncuran Rudal atau Roket Luar Angkasa

Kompas.com - 09/03/2019, 17:54 WIB
Stasiun Peluncuran Satelit Sohae di Korea Utara. AFPStasiun Peluncuran Satelit Sohae di Korea Utara.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Korea Utara kembali disebut sedang mempersiapkan peluncuran di sebuah fasilitas di dekat Pyongyang.

Setelah sebelumnya diduga tengah melakukan aktivitas pembangunan di fasilitas peluncuran satelit di Sohae, kini sebuah laporan dari media AS, NPR, menyebut Pyongyang sedang mempersiapkan peluncuran di Sanumdong.

Dugaan tersebut menyusul hasil analisis citra satelit yang menunjukkan adanya aktivitas di fasilitas yang digunakan Pyongyang untuk produksi rudal balistik dan roket luar angkasa itu.

NPR melaporkan, foto Sanumdong yang mereka terima diambil beberapa hari sebelum pertemuan puncak Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un di Hanoi pada akhir Februari lalu.

Baca juga: Korea Utara Disebut Kembali Bangun Situs Peluncuran Satelit di Sohae

Foto-foto citra satelit tersebut disediakan oleh perusahaan DigitalGlobe dan menunjukkan adanya kendaraan berat di lokasi pabrik misil pada 22 Februari.

Diungkapkan bahwa kereta dan alat derek juga terlihat berada di halaman fasilitas pabrik.

"Ketika Anda menyatakan semua (bukti) itu, maka akan benar-benar terlihat seperti Korea Utara sedang dalam proses membangun roket," kata Jeffrey Lewis, peneliti dari Institut Studi Internasional Middlebury di Monterey, seperti dikutip NPR, Jumat (8/3/2019).

Analisis citra satelit Sanumdong ini muncul beberapa hari usai situs 38North dan peneliti dari Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) mengatakan, Pyongyang kemungkinan telah kembali mengaktifkan situs peluncuran roket atau satelitnya di Sohae.

Pernyataan tersebut juga sebagai hasil analisis citra satelit dari lokasi di Korea Utara yang dirilis pada 6 Maret.

Perkembangan situasi di Korea Utara ini kemungkinan akan berdampak pada proses pembahasan denuklirisasi antara Washington dengan Pyongyang.

Terlebih setelah pertemuan kedua Trump-Kim di Hanoi, Vietnam, yang berakhir tanpa tercapainya kesepakatan.

Baca juga: Kim Jong Un Tawarkan Bongkar Fasilitas Nuklir Yongbyon saat Bertemu Trump

Sementara Trump pada Rabu (6/3/2019) menyatakan bakal sangat kecewa apabila Korea Utara benar kembali membangun situs peluncuran rudalnya.

Namun Trump mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan kebenaran kabar pembangunan fasilitas peluncuran oleh Korea Utara tersebut.

"Kami akan menunggu perkembangannya. Namun jika benar, maka saya bakal merasa sangat, sangat kecewa," ujar Trump seperti dikutip AFP.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X